Jika menang Ahok Jarot, sesaat suhu politik di DKI akan memanas. Sekali lagi, hanya suhu Politik. Bisa jadi Kubu Anies akan tidak terima dan membawa proses hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selebihnya aman dan damai. Sekali lagi menjadi bukti bahwa rakyat Jakarta hebat dan cerdas.

Jika menang Anies Sandi, bisa diidentikkan kemenangan dari cara-cara yang tidak Lazim. Cara-cara yang tidak rasional.




Kredibilitas yang meragukan terhadap Anies Sandi dalam memerangi Korupsi berdampak pada semua aspek kehidupan dan pembangunan di DKI. Soalnya, APBD tentu saja tidak diawasi secara ketat dan maksimal. Cenderung untuk bancakan.

Lalu, DKI akan kembali seperti Jaman Pra Sejarah ketika Ahok belum menjabat. Kali-kali penuh sampah, kumuh dan bau. Birokrasi juga akan kembali seperti semula. Pelayanan diabaikan. Motto “jika bisa dipersulit mengapa harus dipermudah” kembali marak.

Jakarta akan kembali semrawut. Tidak tertata. Bahkan bisa diyakini ketika musim hujan akan kembali banjir di mana-mana.

Kelompok Rissik akan semakin menggurita dengan Keangkuhannya. Intoleransi akan semakin mengemuka apalagi menjelang Pilpres. ini jelas akan mengganggu keutuhan bangsa. Lha, wong Pilkada saja mayat dipolitisasi.

Akan muncul sebuah fenomena baru di negeri ini, bahwa dikit-dikit demo. Dikit-dikit membawa agama. Dan juga akan menganggu tatanan hukum di negeri ini. Rusak!!

Hal-hal yang terjadi di DKI akan diputarbalikkan untuk menyerang pemerintahan saat ini. Seperti banjir dan kesemrawutan di semua lini, akan digunakan untuk menyerang Pak Jokowi.

Strategi di DKI yang dulu memakai Ayat, sekarang memakai MAYAT, tentu saja akan digunakan secara masif, terukur dan terencana dalam Pilpres nanti.

Akan DKI kembali ke masa Pra Sejarah? Semoga warga bisa bijak dalam memilih.







Leave a Reply