Oleh: Hevi Srimawar Tarigan




Bertambahnya siswa/ peserta pelatihan Aksara Karo setiap pertemuan di Yayasan Cerdas Bangsa menjadikan saya sebagai guru/ pengajar termotivasi untuk mendalami Aksara Karo lebih jauh lagi. Rasa semangat saya mengajar dan belajar sangat bertambah. Mereka semua nyaman dan senang saat saya berdiri di depan mereka. .

Rasa menyenangkan mereka saya buat menjadi sebuah pengalaman yang sangat luarbiasa. Berusaha untuk menjadikan sahabat mereka sekaligus guru sambil terus berusaha memberi pelajaran yang menyenangkan mereka. Guru mendapat pengalaman dan murid belajar secara menyenangkan.

Betapa pentingnya belajar Aksara Karo warisan luluhur yang kini hampir punah. Guru harus dapat mewujudkannya sehingga siswa tidak bosan di kelas. Jika siswa tidak bosan, pembelajaran dapat dikatakan menarik dan menyenangkan. Apabila hal itu terjadi, disimpulkan guru sukses dalam menjalankan tugasnya. Namun kenyataannya, menjadikan kelas menyenangkan bukan perkara mudah. Bahkan ide menyenangkanpun masih banyak yang dipertanyakan oleh para guru.

“Bagaimana sih belajar yang menyenangkan itu?”

Bisa saja terjadi, guru tidak tahu belajar yang menyenangkan karena tidak punya pengalaman mengikuti belajar yang menyenangkan.

Pengalaman saya belajar sedari SD sampai SMA, seingat saya, jarang sekali mengalami belajar yang menyenangkan, sehingga saat ini ketika saya menjadi guru/ pengajar tunggal aksara yang diselenggarakan oleh Sora Sirulo terkadang bingung ketika disuruh untuk mengajar yang menyenangkan. Bagaimana tidak, punya pengalaman juga tidak. Apalagi pelatihan secara tatap muka. Saya hanya dibekali dengan pelatihan media online dan bimbingan dari kila Juara R. Ginting dan Bang Bastanta Permana Sembiring ditambah bantuan dan dorongan dari mama Serpis Karo-karo Kaban dan abang Denhas Maha Bre Bhirinkna dan Simpei Sinulingga.

Dari dorongan mereka semua maka saya belajar dan terus belajar untuk memahami sebuah materi yang saya sampaikan terhadap siswa. Oleh karena itu, menurut saya, pelatihan bagi guru yang paling tepat saat ini harus bertujuan untuk memberi pengalaman pembelajaran yang menyenangkan pada mereka sehingga pada akhirnya tahu “O begini caranya mengajar yang menyenangkan!”.

Nah, bagaimanakan pelajaran yang menyenangkan?

Menurut saya belajar yang menyenangkan adalah yang membuat siswa belajar dan bekerja aktif di kelas. Jadi siswa bergerak, guru hanya memberi arahan sebagai seorang fasilitator, mengawasi, dan memberi penilaian. Untuk memahaminya, sekarang siswa-siswa yang saya ajari berkata kepada saya bahwa saya berhasil menciptakan susana kelas yang menyenangkan. Dari semangat mereka belajar, semangat saya juga bangkit untuk memperdalam tentang aksara.

Ingin belajar lebih jauh lagi sehingga saya dapat menciptakan susana kelas yang jauh lebih nyaman lagi. Menurut data yang saya terima. Siswa yang mendaftar sudah hampir 50 orang. Tapi yang hadir masih berkisar 45 orang.

Belajar Aksara Karo (Tulisan Karo) Juara R Ginting

Posted by Simpei Sinulingga on Tuesday, March 14, 2017






Leave a Reply