Konon, saat itu, ketika malam hujan rintik-rintik. Dingin. Sesekali diselingi suara halilintar. Juga angin bertiup kencang, menambah malam itu mencekam bagi orang-orang yang takut pada hantu. Wisss … Pokoknya seperti film-film horor lah…

Namun, tidak bagi para mayat. Malam itu, sengaja kumpul karena di luar sana, di luar komunitas mereka lagi heboh seheboh-hebohnya gara-gara ada spanduk yANg berbunyi: “Tidak akan menyolati mayat yang mendukung sang Penista Agama”.

“Itu jelas perbuatan edan. Edan seedan-edannya. Guwoblog segoblog-goblognya orang yang mengaku ngerti agama namun membuat apanduk seperti itu. Saya tidak Terima !!!!” teriak mayat yang lagi duduk di bawah pohon Kamboja yang daunnya habis dimakan aapi kemarin.

“Iya sih. Gue juga tidak Terima. Gue doain yang bikin Ide seperti itu cepet ditangkep polisi ..” sergah Mayat yang konon Betawi asli.

“Lha, inyonge jane yow ora setuju karo ngunu kuwi lah. Menungso kok pada Gendeng ki kepriwe?” itu grenengan mayat yang dari Tegal.

“Emang pukimak orang-orang hidup yang sok ngerti agama. Dulu ditakut-takuti pakai ayat. Sekarang ditakut-takuti pakai mayat. Kudoakan Paslon Nomor 3 kalah, bah…” ini juwelas mayat dari Suku Batak.

“Bener, Gar, Togar. Ncen Jiancukaan tenan wong-wong kuwi. Iyo kan, Rek?” ujar mayat yang dari Suroboyo.

“Ikkhhh, kusukula, sudah terlalu ndauh mereka melangkahkan kaki ndalani dalen singgedang meluk-eluk ini,” kata mayat dari Suku Karo yang semasa hidupnya selalu mengatakan Karo Bukan Batak alias KBB.




“Setoop … setoop.. sampeyan semuaa mbok ya jangan ngrasani tow, Mas. Mas mbok yow dibiarkan saja. Itu kan urusannya manusia hidup ….” tiba-tiba mayat yang dari Semarang menimpali.

“Trus, bagaimana enaknya katong urang, ya, kawan-kawan?” ujar mayat yang dari Ambon.

“Hayaaaa…. kita doakan Paslon Nomor 3 kalah. Setuju?”

Serempak mereka menjawab: SETUJUUUUUUU !!!!”

Para mayat lega…

Suasana bertambah Horor sodara-sodara ….







Leave a Reply