B. KURNIA P.P. KABANJAHE. Bupati Karo (Terkelin Brahmana) meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Karo surati pemilik kuda yang mangkal di areal wisata Kota Berastagi agar mereka mendukung pariwisata Kota Berastagi. Ppara pemilik kuda wisata di Berastagi harus turut menjaga kebersihan kota, khususnya dari ceceran kotoran kuda di sepanjang lintasan kuda tunggang atau kuda sado. Ini guna memberi rasa nyaman kepada pengunjung yang datang berlibur.





Bupati dalam kunjungannya ke Open Stage Berastagi [Selasa 14/3] didampingi Kadis Pariwisata (Ir Mulia Barus), turut hadir anggota DPRD Karo Thomas J Ginting, mengharapkan para pengusaha kuda bisa ikut menjaga kebersihan. Setiap kuda yang beroperasi di areal wisata mesti gunakan alat Penampung kotoran kuda atau pampers.

Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kadis Pariwisata menganjurkan pemilik kuda yang beroperasi di objek wisata Berastagi dipakaikan alat penampung kotoran

Saat kunjungan Bupati Karo, sangat miris dengan keadaan lokasi dan pelataran parkir, jalan umum sekitar Jl. Veteran, Jl. Gundaling, Jl. Merda dan Jl. Perwira (Berastagi) yang acap kali menjadi lintasan kuda wisata. Jalan-jalan ini sangat kotor, dipenuhi kotoran kuda. Harus menjadi perhatian serius Pemkab Karo, di samping memang tidak elok di pandang mata. Kotoran kuda tebarkan bau tidak sedap menyengat hidung.

“Pembenahan objek wisata terus dilakukan oleh Pemkab. Semua pihak yang terlibat di dalamnya harus turut serta. Demi kemajuan di masa depan yang lebih baik, langkah tegas harus dilakukan. Bagi pengusaha kuda yang tidak tunduk pada aturan maka sanksi akan diberlakukan. Sanksi tegas dan ketentuan ini adalah untuk hal kita bersama mendukung pariwisata kota Berastagi yang terus ditingkatkan,” kata Bupati Karo.






Leave a Reply