Drama sidang atas “penistaan” agama sudah memasuki babak ke 14. Sinetron Dagelan itu sudah tidak menarik. Sudah tidak lucu lagi. Tukang Demo buat Ahok sudah kehabisan bekal. Atau tidak ada yang ngasih bekal lagi?

Sang Sutradara juga sudah kehabisan cerita. Malah konon sang sutradara harap-harap cemas dengan masalah besar yang lagi dihadapi. Panglima besarnya yang selama ini teriak paling lantang sudah mepet-mepet mencari proyek baru. Mencari God Father lagi yang daunnya lebih hijau. Itupun pakai Ijo Royo-royo.

juga MUI yang dulu responsif, yang langsung menyambar dengan tegangan super tinggi dari Sinetron ini, sekarang juga adhem ayem. Malah cenderung menghindar setelah kyai sepuh yang disegani dan dihormati cenderung tidak ikut cawe-cawe malah sepertinya juga menganggap ucapan Ahok adalah hal yang biasa. Lumrah. Yang hanya digoreng karena pesanan Politik.

Apalagi dari info yang bisa dipercaya, pihak aparat keamanan dalam sidang-sidang selanjutnya akan lebih diperketat hingga empat ring. Sinyal apa ini? Yang jelas, sinyal mengantisipasi apapun keputusan dari hakim yang akan diketok dalam waktu dekat. Hanya ditengarai Ahok tidak akan “dipenjara”.

Jika Ahok “bebas”, apakah akan ada demo membela agama lagi?

Entahlah…. dengarnya sjh sudah mual. Entah mereka …










Leave a Reply