MASMUR SEMBIRING. BUKITLAWANG. Harga karet akhir-akhir ini cukup menghibur para petani karet di sekitar Bukitlawang (Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat).

Pada pekan karet sebelumnya [Jumat 17/3], harga karet kering berada di kisaran Rp. 9.500/ Kg, sedangkan karet basah Rp. 9.000/ Kg. Harga ini adalah yang terjadi selama 2 pekan karet terakhir di Bukitlawang yang berlangsung setiap hari Jumat.

Pernah, sebelum ini, harga karet kering mencapai Rp. 11.000/ Kg dan karet basah Rp. 10.500/ Kg. Tentu saja harga sangat menggemberikan bagi para petani karet. Namun, harga itu tidak lama bertahan dan di pekan karet terakhir berada di kisaran Rp. 9.500/ Kg.

Beberapa petani harap-harap cemas dengan harga karet di Pekan Bukitlawang besok [Jumat 24/3]. Bila harga di pekan terakhir bertahan untuk besok, maka para petani karet akan lunglai.

Lunglainya para petani karet terkait dengan mulainya pula sekarang ini trek karet. Setiap tahun pohon karet mengalami trek ini, yaitu mulai lagi berdaun muda. Ini terjadi setiap tahun antara blan Maret dengan bulan Juni. Bila karet mulai berdaun muda lagi, maka produksi getah (latex) menurun.




“Sekarang saja produksi latex sudah menurun sebanyak 20%. Pada bulan April nanti mencapai penurunan produksi sebanyak 50%. Baru setelah itu produksi meingkat lagi hingga mencapai normal hingga musim berdaun muda kembali di tahun depan,” tutur seorang petani karet merga Sembiring kepada Sora Sirulo di Bukitlawang.

Dengan harga di pekan terakhir itu, maka penghasilan petani karet totalnya masih terlalu rendah.

“Kalau tadinya pohon karet berproduksi normal, harga Rp. 9.500/ Kg sudah lumayan. Tapi, karena trek karet sudah tiba, harga seperti itu membuat penghasilan per minggunya jadi rendah,” kata Sembiring menegaskan mengapa harus lunglai dengan harga seperti itu.




Foto header: 2 ekor monyet di atas pohon karet yang sedang berdaun muda.


Leave a Reply