Kalau penyerangan di depan gedung parlemen ini adalah suruhan (rekayasa) dari Greed and Power neolib internasional, tentu maksudnya ialah menakut-nakuti rakyat Inggris dan terutama tentu Theresa May (PM) yang kebetulan sedang bicara di House of Commons (parlament Ingris) ketika serangan terjadi. Ada kaitannya dengan penarikan Inggris dari UE karena UE adalah proyek besar neolib di Eropah. Tentu juga sangat ‘bagus’ bagi neolib Greed and Power ini kalau Inggris bisa bikin negerinya dalam keadaan darurat ‘ state of emergency’ seperti sikap Hollande di Perancis.



Tujuan utamanya tentu ‘menembak’ Brexit dan membatalkan Brexit serta peringatan bagi Parlemen Inggris dan negeri-negeri lain yang mau ikut Brexit. Tetapi, Theresa May bukan Hollande yang gampang ditakut-takuti he he . . Theres May wanita baja. 

Dari segi lain, tentu tidak begitu gampang orang atau rakyat ditakut-takuti dan membatalkan semangat keluar dari UE, karena semangat nasionalis di Eropah dan dunia adalah perkembangan sejarah kemanusiaan dunia abad 21. 

Beberapa jam setelah kejadian ini Presiden AS Trump langsung menyatakan simpati dan dukungannya kepada Theresa May. Seperti sudah sering dikatakan oleh Trump bahwa dia mendukung Inggris keluar dari UE dan akan menjaga dan menguatkan hubungan bilateral dengan Inggris dalam bidang ekonomi dan hubungan bilateral lainnya tanpa UE. Trump sangat mendukung Inggris.




 “People, countries, want their own identity and the UK wanted its own identity,” kata Trump. 

“Own identity,” itulah aliran besar bangsa dan suku bangsa dunia, termasuk tiap suku (ethnonational) tidak tergantung ukurannya besar atau kecill, minoritas atau mayoritas.

Itulah perubahan pikiran dan kesedaran dunia. Arus yang tidak bisa dibendung, meski masih banyak yang berusaha membendungnya. Itulah pula dialektika perubahan dan perkembangan thesis-antitesis-syntesis (Hegel).

“The old order is passing away. Treaties and alliances dating from the Cold War are ceasing to be relevant and cannot long be sustained. Economic patriotism and ethnonationalism, personified by Trump, seem everywhere ascendant,” kata penulis dan kolomnis terkenal Patrick Buchanan dalam artikelnya ‘New President New World’ (Lihat di SINI).

Kalau dalam serangan kali ini hanya orang psikis biasa (mabuk narkoba atau miras, atau memang orang gila dari insititut tertentu) juga sering terjadi di mana saja menggilas orang banyak di pemberhentian bus kota. Tetapi Greed and Power ini juga sering menggunakan penyandu narkoba atau bandit-bandit biasa dalam aksi seperti ini. Biasanya orang ini akan terbunuh langsung di tempat, menghilangkan bukti. Atau ada pengakuan dari organisasi tertentu yang sudah disiapkan sebelumnya, dikombinasikan dengan data-data yang nanti akan dikeluarkan oleh yang berwajib, persoalan semakin jelas juga.

Tetapi, Theresa May setelah itu langsung menegaskan bahwa sikapnya tetap dan tegas serta London akan kembali seperti biasa lagi katanya. Sikap dan sifat bajanya semakin jelas terutama dalam soal Brexit, yang menyangkut soal British Identity dan kebebasan Inggris tidak mau dikenalikan oleh Brussel.  

Foto header: Yosevha Agustine Meliala










Leave a Reply