Ternande-nande, Leorita Tinggalkan 2 Anaknya Kelaparan

1
551

IMANUEL SITEPU. MEDAN JOHOR. Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang masa. Tapi pepatah tersebut tidak berlaku bagi Leorita Boru Bakkara (44) warga Pintu Air 2 Simpang Gudang Lingk IX, Kelurahan Kwala Bekala (Medan Johor). Alasan banyak utang, ibu yang telah lama ditinggal pergi suaminya ini malah tega meninggalkan 2 putra kandungnya Jonathan (13) dan Paulus (7) kelaparan di rumah kontrakannya.

“Tega kali si Leorita itu. Sudah hampir sebulan ia meninggalkan kedua anaknya kelaparan. Kami jiran tetangga jadi sibuk dibuatnya. Tak tega melihat kedua anaknya ditelantarkan, kami pun jiran tetangga terpaksa secara bergantian memberi makan kedua anaknya itu,” ujar Merlin Boru Silalahi, salah seoang warga ketika ditemui [Selasa 21/3: Siang].

Menurut Boru Silalahi, selama ini Leorita menjadi pedagang asongan di bawah jembatan Flyover Jamin Ginting Simpang Pos. Untuk mendapatkan modal, Leorita kerab meminta modal kepada terangga.

“Kerja Leorita itu berjualan rokok dan air mineral di lampu merah Simpang Pos Padangbulan. Karena kasihan, kami pun memberikan modal kepada Leorita. Tapi ternyata Leorita sudah ngutang ke mana-mana. Sehingga dia tak bisa bayar lagi. Termasuk saya sendiri ikut menjadi korban,” sambungnya.

Masih kata Boru Silalahi, kalau saya pribadi, tidak pernah mempermasalahkan utangnya. Karena saya tahu Leorita sangat kesusahan memenuhi kebutuhan hidupnya serta makan kedua anaknya.




“Yang membuat saya semakin sedih, salah seorang anak Leorita itu mengalami bisu. Sehingga tidak ada lagi yang mengurus. Seharusnya anak sekecil itu masih mendapat perlindungan dari orangtua.

Hal serupa juga dikatakan Beru Tarigan (38) tetangga Leorita lainnya. Sebagai wanita yang memiliki naluri keibuan, seharusnya Leorita tidak meninggalkan kedua anaknya yang masih kecil.

“Maunya, kalau pun dia pergi, kedua anaknya itu ikut dibawa. Ini sudah hampir sebulan ditinggalakan. Jangankan cari makan dan cuci pakaiannya sendiri. Untuk ngelap ingusnya saja pun dia belum bisa. Apa nggak kasihan dia sama anaknya?” ujar Beru Tarigan.

Lanjut Beru Tarigan, mereka meminta kepada Leorita walau di manapun saat ini dia berada, agar segera menjemput anaknya.




“Kami sudah melapor ke Kepling, agar anaknya diantarkan saja ke panti asuhan. Kasihan kali anaknya, bang. Makan nggak makan di sini. Setiap hari kerjanya hanya nangis saja memanggil mamaknya. Anak Leorita sudah kurus dan berbau, karena tidak ada yang mengurus,” tambahnya. 

Sekretaris Lurah Kwala Bekala, Nurhayati ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau Leorita Boru Bakara belum terdaftar sebagai warga Kelurahan Kwala Bekala.

“kita sudah menanyakan hal tersebut ke Darma Purba selaku Kepling IX. Katanya mereka sudah pernah turun ke rumah kontrakan Leorita. Leorita tidak warga kita, hanya menumpang saja di situ. Pun demikian, kita sudah mendatangkan Depsos untuk membawa anak Leorita ke panti asuhan. Akan tetapi, karena tidak ada yang bertanggungjawab maka tidak jadi dibawa,” tutur Nurhayati.


1 COMMENT

  1. Kok ngeri kali depsos? Harus ada yang bertanggung jawab baru bisa dibawa anak terlantar ini? Apalah guna Pasal 34 UUD 1945?

Leave a Reply