IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Pengendara yang hendak melalui jembatan penghubung Namorambe–Pancurbatu atau tepatnya diantara Pasar 3 Desa Batu Penjemuren (Kecamatan Namorambe) menuju Desa Durin Tonggal (Kecamatan Pancurbatu) harus ekstra hati-hati. Keadaan besi jembatan sudah banyak yang rusak. Hal ini dikarenakan ratusan dump truck pengangkut bahan material yang melebihi tonase setiap hari lalu lalang melintasi jembatan tersebut.

Seperti hasil pantauan Sora Sirulo [Minggu 26/3], sebuah mobil terlihat terperosok di dalam badan jembatan. Sahnul (43) warga Jl. Brigjen Katamso (Medan) sang pengemudi mobil ketika dikonfirmasi di lapangan mengaku tidak menyangka mobil yang dikemudikannya bisa jatuh terperosok ke dalam lobang yang menganga di tengah jembatan.

“Gara-gara lobang itu, mobil Grand Max BK 9424 DD yang kita bawa jadi rusak bagian depannya. Pun demikian kalau tidak dibantu warga dan pengendara yang lain untuk mengeluarkan mobil dari lobang di tengah jembatan, mobil kita tidak bisa dikeluarkan,” bebernya.

Sementara B. Ginting (62) warga sekitar jembatan menjelaskan kalau jembatan tersebut rusak karena banyaknya angkutan yang lewat melebihi tonase sehingga jembatan cepat rusak.




“Setiap malam kita susah tidur karena bunyi suara besi jembatan yang rusak. Hampir setiap hari ada makan korban. Saya sendiri setiap hari ikut mengeluarkan mobil yang terjebak ke lobang jembatan. Karena besinya sudah banyak yang berjatuhan.

“Pernah juga ada kereta yang langsung nyungsep ke lobang jembatan. Sehingga pengendara terjatuh ke sungai dan langsung kita larikan ke rumah sakit. Kalau saya hitung, sudah puluhan orang yang harus dilarikan ke rumah sakit. Akibat lobang yang menganga di tengah jembatan,” bebernya.

Camat Pancurbatu David Efrata ketika dikonfirmasi [Minggu 26/3: sekitar 17.00 wib], mengatakan sudah mengajukan perbaikan ke Dinas PU Deliserdang.

“Soal dump truck yang lalu lalang mengangkat material, kita segera mengeceknya,” cetusnya.


Leave a Reply