IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Predy Tarigan (25) warga Dusun 2 Desa Ujung Labuhan (Kecamatan Namorambe) KO ditinju oleh puluhan penjaga pasar malam di Dusun 1 Desa Batu Penjemuren (Kecamatan Namorambe) [Minggu 26/3: sekitar 23.30 wib]. Cerita korban saat membuat laporan di Polsek Namorambe, alasan suntuk di rumah, korban Predy dan temannya Celvin pergi ke pasar malam yang ada di desanya.

Setiba di pasar malam, keduanya sepakat menonton Tong Setan. Selesai menonton Tong Setan, kedua pemuda ini melihat-lihat permainan Ombak Asmara dan secara tiba-tiba Celvin teman korban, bertengkar dengan salah seorang pegawai pasar malam.




Melihat Celvin terlibat adu mulut, begitu bertengkar Predy pun menanyakan: “Kenapa kalian ribut dengan Celvin.” Lalu dijawab pegawai pasar malam itu: “Mentang-mentang kalian orang kampung sini, anggar jago ea?” Selanjutnya petugas pasar malam itu pergi memanggil puluhan tamannya sesama penjaga pasar malam dan langsung menghajar Predy. Predy terkapar dan tersungkur ke tanah.

Korban tidak mengetahui permasalahan antara teman korban dan pasar malam. Mengapa korban dipukuli oleh puluhan petuga pasar malam pun korban tidak mengetahui.

“Saya tidak tahu masalahnya, dan saya hanya bertanya. Kok seketika itu saya dihajar habis-habisan oleh petugas pasar malam?” beber karyawan pabrik ini.

Sementara Celvin (17), warga yang sama, mengaku tidak tahu apa permasalahannya. Hanya saja, saat melihat-lihat permainan Ombak Asmara Celvin berjoget ria sambil menonton.

“Saya tidak tahu apa masalahnya, kok pegawai pasar malam yang berbaju putih bergaris- garis dan puluhan temannya langsung menghajar teman saya. Sampai saat ini saya belum tahu siapa nama mereka dan hanya saja saya mengenali mereka semua,” beber saksi.




Pantauan di lapangan, akibat korban diserang puluhan pegawai pasar malam, puluhan pemuda dan orangtua langsung turun ke Polsek Namorambe melihat keadaan korban.

“Kami hanya ingin melihat keadaan korban dan begitu korban selesai melapor kita akan membawa berobat ke rumah sakit. Sebab keadaanya sangat parah, ke dua matanya bengkak, seluruh tubuhnya biram karena tersungkur ke tanah,” beber M Ginting keluarga korban.

Kanit Reskrim Polsek Namorambe Iptu Hendrik Ginting membenarkan adanya laporan korban untuk ditindaklanjuti.


Leave a Reply