Mengitari Monas dan Istana Negara hari ini amatlah menyenangkan. Karena melihat begitu banyaknya manusia yang terprovokasi oleh para petualang politik berbalut agama hilir mudik di seputar Istiqlal, Monas dan Gambir. Begitu banyaknya manusia yang bisa didoktrin dengan cara dangkal dan sederhana. Doktrin yang sebenarnya sudah sangat basi yang diberikan judul sebagai Penistaan Agama oleh Ahok.

Dari kemarin atau bahkan dari beberapa bulan yang lalu kita semua sudah tahu hasil demo-demo yang terjadi sampai saat ini hasilnya hanya pepesan kosong tok:




1.  Gagal sih sudah jelas.
2. Pundi-pundi kreator terisi penuh
3. Penyandang dana gigit jari
4. Anggaran pengamanan untuk polisi/ tentara membengkak
5. Kenyamanan umum di DKI Jakarta terganggu.
6. Dan lain-lain.

Hari ini misalnya, Polda Metro Jaya sangat cantik sekali mengelola keamanan seputar Istana Negara yang kerap diistilahkan sebagai Ring 1. Seputar istana dibarikade oleh pagar kawat berduri seperti foto saya di atas, sehingga niat para CINGKRANG untuk orasi di depan presiden hanyalah omong kosong tok.

Mana sudi Presiden Jokowi mendengarkan apalagi menanggapi usulan orang orang sakit jiwa ini yang minta agar Ahok ditangkap dan dipenjarakan. Maka yang terjadi adalah orasi demi orasi yang tidak bisa diterima oleh akal sehat kita sebagai warga negara yang mengerti hukum.

Adapun orasi terakhir yang perlu kita ketahui dan catat adalah mereka kaum cingkrang ini berencana besok pagi mendatangi Markas Brimob Kelapa Dua Depok dan menuntut agar si Khaththath yang posisinya sebagai Sekjen FUI yang ditangkap oleh Polisi tadi malam, agar segera dibebaskan.

Dalam hati saya, mereka ini betul betul idiot dan malah lebih cerdas unta Padang Pasir sana. Mereka menganggap bahwa persoalan hukum yang sudah terjadi kepada seseorang bisa dianulir oleh demo dan demo… hi hi hi hi hi hi Aneh sekali, kan?

Ya, sudahlah kita akan lihat saja dulu sejauh apa perkembangan berita ini besok pagi. Namun, yang paling jelas demo ini hasilnya adalah RUGI BANDAR. Teriak-teriak takbir seakan tidak ada makna lagi di sini karena, jika kita tarik benang merahnya, ya, sudahlah kita akan lihat saja dulu sejauh apa perkembangan berita ini besok pagi. Namun, yang paling jelas demo ini hasilnya adalah RUGI




BANDAR. Teriak-teriak takbir seakan tidak ada makna lagi di sini karena, jika kita tarik benang merahnya, semua ini adalah rekayasa politik busuk yang tidak menginginkan Ahok sukses sebagai Gubernur lagi. Soalnya, di beberapa orasi yang kami dengar langsung, ya memang mereka hendak menjegal Ahok.

Perlu kiranya satu hal lagi saya sampaikan, bahwa mereka ini akan hendak demo lanjutan lagi 144 atau tanggal 14 bulan 4 atau 5 hari menjelang Pilgub DKI Jakarta putaran ke dua, dan disusul dengan tamasya Al Maidah, seperti yang sudah disebutkan Ahok sewaktu di Kepulauan Seribu dulu; yakni mereka “pakai” surat al Maidah untuk menjegal Ahok.

Namun, ya tenang sajalah, Hok. Puluhan juta tangan yang hendak menjatuhkan dirimu, akan terselamatkan hanya oleh jari kelingking TUHAN saja…. Dan, ketika nanti Tuhan berkata “JADILAH” maka bisa dipastikan tak kan ada lagi yang bisa menghalangi dirimu melangkah.

Selamat malam, Mejuah-juah !

Leave a Reply