IMANUEL SITEPU, MEDAN. Sesama pengungsi Rohingnya warga negara Miyanmar yang menempati Posko Pengungsian di dalam Hotel Pelangi Jl. Jamin Ginting, Kelurahan Mangga (Medan Tuntungan) kembali berulah. Mereka bahkan terlibat adu jotos. Akibat kejadian tersebut, 2 orang pengungsi yang berstatus adik kakak, Zamal Husen (27) dan Soyet Husen (13), mengalami luka sayatan senjata tajam akibat ditikam dengan sebilah pisau dapur oleh Abdul Rosyid (25).

Informasi diperoleh Sora sirulo, perkelahian antara sesama pengungsi Rohingnya itu berawal saat istri Abdul Rosyid, Senuar (22), terlibat cekcok mulut dengan korban Zamal Husen [Selasa 28/3: sekira 21.00 wib]. Senuar yang tidak terima dimaki oleh pelaku, memilih pergi ke kamarnya lalu memberitahukan kepada suaminya Abdul Rosyid.

Mendapat penjelasan dari istrinya, Abdul Rosyid kemudian mengajak istrinya menemui Zamal Husen sembari mempersenjatai diri dengan sebilah pisau dapur. Begitu bertemu dengan Zamal Husen, pelaku Abdul Rosyid kemudian mempertanyakan kepada korban mengapa ia memarahi istrinya.




Tidak merasa puas dengan jawaban korban, Abdul Rosyid langsung menyerang Zamal Husen dengan pisau yang ada di tangannya. Namun, saat pelaku hendak mengarahkan pisau ke arah korban, tiba-tiba Soyot Husen datang berniat untuk melerai. Akan tetapi, Soyot Husen malah terlebih dulu terkena sabetan pisau sehingga mengalami luka robek pada tangan sebelah kanan.

Mengetahui adiknya telah berlumuran darah, Zamal Husen mencoba merampas pisau yang berada di tangan Abdul Rosyid. Akibatnya, Zamal Husen juga




mengalami luka gores pada bagian jari jempol tangan sebelah kanan. Tak lama berslang, sejumlah pengungsi yang melihat pertikaian tersebut berupaya melerai. Petugas kepolisian yang mengetahui ada perkelahian di dalam lokasi pengungsian, malam itu juga langsung meluncur ke lokasi. Abdul Rasyid berikut barang bukti sebilah pisau dapur kemudian digelandang ke Mapolsek Delitua guna dimintai keterangan.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna SH Sik ketika dikonfirmasi mbenarkan telah menangkap seorang pengungsi Rohingnya karena terlibat dalam kasus penganiayaan.

“Benar, kedua korban juga sudah kita arahkan guna membuat laporan. Kita akan berkordinasi dengan pihak UNHCR, Imigrasi dan IOM dalam menangani kasus ini,” ujarnya.


Leave a Reply