IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Warga Kecamatan Biru-biru mendadak geger. Seorang pendakwah mesjid Taqwa di Desa Kutomuliyo (Kecamatan Biru-biru), Rendra Purnama (24) warga Tembung, tiba-tiba digeret warga ke Kantor Desa Kutomuliyo [Jumat 31/1: sekira 09.00 wib].

Usut punya usut, ternyata sang pendakwah yang baru sekira 3 hari menyebarkan ajaran agama di Kecamatan Biru-biru ini dituduh telah berbuat asusila terhadap seorang ibu rumah tangga, S Beru G (26) warga Desa Kutomuliyo (Kecamatan Biru-biru).

Data dikumpulkan Sora Sirulo di lapangan, perbuatan mesum yang dilakukan oleh Rendra Purnama terhadap S Beru G terjadi sekira 07.30 wib di dalam toko grosir milik korban.  Pagi itu, sebelum kejadian, Rendra Purnama diketahui beranjak dari mesjid Taqwa Desa Kutomulyo hendak mencari warung untuk membeli sikat gigi.

Tujuan Rendra Purnama pun tertuju ke toko grosir milik S Beru G. Setibanya di dalam toko milik korban, pelaku langsung meminta apa yang dibelinya lalu menyerahkan uangnya. Diduga karena tak tahan melihat kemolekan tubuh korban, nafsu birahi pelaku langsung memuncak. Buktinya, alat vital Rendra langsung berdiri tegak.




Dengan perlahan, pelaku Rendra kemudian melorotkan celanyanya dan mengangkat bajunya. Ketika S Beru G hendak mengembalikan uang milik pelaku, dengan sigap pelaku Rendra menangkap tangan korban dan berupaya memeluknya. Kontan saja korban berteriak histeris begitu melihat ‘senjata’ Rendra telah siap diajak berperang.

Dengan sekuat tenaga, S Beru G kemudian berupaya melepaskan pegangan tangan pelaku Rendra. Sambil menangis dan gemeteran, korban kemudian memilih berlari ke dalam rumahnya yang ada di belakang tokonya. Sementara, pelaku Rendra langsung bergegas pergi.

S Beru G yang tak terima diperlakukan tidak senonoh, kemudian melaporkan kepada suaminya. Mendapat pengakuan sang istri, suami korban dibantu beberapa warga langsung mencari keberadaan Rendra. Begitu ditemukan dan diinterogasi, Rendra justru membantah apa yang dituduhkan kepadanya. Untuk memperjelas persoalan tersebut, suami korban dan beberapa warga yang telah bergerombol sepakat agar diselesaikan di kantor desa.

Dalam sekejab, perbuatan mesum yang dilakukan sang pendakwah langsung merebak luas hingga ke beberapa desa lainnya. Puluhan warga terlihat memadati kantor  Desa Kutomuliyo ingin melihat wajah pendakwah berotak mesum tersebut. Untuk mengantisipasi amuk massa, Waka Polsek Biru-biru Iptu Adil Ginting dan Kanit Intel Ipda Julianto Tarigan lalu membawa Rendra ke mako Polsek Biru-biru.

Rendra Purnama saat diwawancarai di Kantor Polsek Biru-biru membantah hendak berbuat mesum kepada S Beru G.

“Memang terpegang saya tangannya waktu ingin menerima kembalian uangku. Tapi dia tidak marah,” beber Rendra.

Lanjut dikatakan, dia menunjukan Anunya kepada ibu itu bukan karena sengaja.

“Itu saya lakukan karena celana saya terjatuh dan tidak sadar terlihat olehnya,” ujarnya.

Sementara menurut sejumlah warga yang ditemui Sora Sirulo meyakini Rendra Purnama telah berbohong agar tidak terjerat hukum.




“Saya kira pendakwah itu telah berbohong. Tidak mungkin kemaluannya itu terlihat bila tidak sengaja. Soalnya, baju yang dikenakan pendakwah itu sepanjang lutut.  Artinya, meskipun celananya betul melorot, pasti masih tertutupi bajunya. Kabar yang saya dengar di kantor desa tadi, pelaku juga menyingkap bajunya ke atas agar kemaluanya sengaja terlihat,” ujar warga.

Di tempat terpisah, waka Polsek Biru-biru Iptu Adil Ginting dan Kanit Intel Julianto Tarigan serta didampingi Camat Biru-biru Wahyu R, SSTP mengatakan kalau kasus dugaan perbuatan cabul tersebut telah diselesaikan dengan kekeluargaan di Kantor Desa.

“Mereka sudah berdamai. Tadi sudah dibuat surat perjanjian di kantor desa. Artinya, korban tidak membuat laporan polisi. Terduga pelaku hanya kita amankan ke Mapolsek Biru-biru untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Wakapolsek.


Leave a Reply