Tertangkapnya Al Kathah dengan uang ratusan juta rupiah di tangan untuk dibagikan kepada pesrta demo 313 (ada tambahan jika terjadi kerusuhan, anarkis, Jakarta menjadi chaos) menjadi bukti bahwa misi dari demo yang dibalut agama ini adalah seseuatu yang membuat perut mual. Tentu, ketika ada ribuan orang yang berkumpul dengan didasari rasa benci, kemarahan yang sudah tersimpan di dada, siapapun akan tersulut emosinya. Akan hilang akal sehatnya ketika diprovokasi.




Tidak terbayang jika hal itu betul-betul terjadi. Tentu akan terjadi kemelut yang berkepanjangan. Akan dijadikan cikal bakal untuk menyudutkan pemerintahan yang sah. Akan terjadi Intrik-intrik politik agar Jokowi bisa segera dilengserkan.

Yang membuat miris adalah lagi-lagi agama hanya diperalat. Lagi-lagi agama seakan begitu tidak berharga dan teramat murah dijadikan sarana untuk berpolitik. Menjatuhkan Ahok dan kredibilatas Bpk Jokowi.

Pertanyaannya adalah, mengapa umat ini begitu mudah terpancing? Begitu mudah dikibuli. Inilah yang membuat gak habis pikir. Banyak diantara mereka yang berpendidikan tinggi. Yang sarjana. Yang tentu saja mestinya bisa berpikir panjang serta menganalisa jauh ke depan tujuan demo-demo dengan dalih agama.

Dengan bungkus agama memang akan membuat nalar manusia gelap. Dengan agama akan membuat manusia terkecoh. Tapi, mengapa masih juga banyak orang guwoblog?

NISTA. SANGAT NISTA SEKALI JIKA AGAMA DINISTAKAN HANYA UNTUK POLITIK.

Tapi apakah hal seperti itu dikategorikan sebagai penista agama?









Leave a Reply