Bupati Langkat Ngogesa Sitepu selama 2 periode dan juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut dikabarkan memiliki peluang menjadi cagubsu dari Prtai Golkar. Kedudukannya sebagai Ketua DPD Sumut dìnilai paling layak saat ini mewakili partainya. Pengalamannya menjadi Bupati Langkat selama 2 periode menjadi nilai plus bagi Tongat Ngaring (Ngaring adalah nama ayahnya) yang dikenal low profile ini nyaris tanpa gonjang ganjing di Bumi Langkat yang berpenduduk asli Suku Karo dan Suku Melayu ini.




Beliau merupakan sosok piawai dalam mengelola pemerintahan dengan memberdayakan potensi bawahannya dan cukup dekat dengan segenap lapisan masyarakat yang terdiri atas multi etnis pendatang seperti suku Jawa, Mandailing, Batak, Aceh, Minang, Bali dan suku-suku lainnya. Langkat yang dikenal sebagai daerah perkebunan ini dapat dikatakan telah mewakili peta keragamaan etnis di Sumatera Utara. Jumlah penduduknya yang cukup besar merupakan modal dasar bagi Ngogesa untuk melangkah maju menjadi Gubernur Sumatera Utara Periode 2018-2023 yang akan datang.

Selain itu, Ngogesa Sitepu yang berlatar belakang pengusaha, aktivis kepemudaan yang beristrikan seorang putri Jawa ini juga telah membuktikan kepiawaiannya dalam kancah politik di Sumatera Utara. Dia telah terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar yang saat menjadi partai terbesar dengan menghantarkan kadernya menjadi Ketua DPRD Sumut. Bahkan putri tertuanya menjadi anggota DPR RI mewakili Sumut.




Kemenangan Ngogesa menjadi Gubsu akan lebih nyata apabila beliau mampu menggandeng partai politik lain untuk berkoalisi; baik itu partai yang berbasis nasionalis ataupun berbasis agama. Selain itu, hendaknya juga merangkul segenap tokoh-tokoh masyarakat adat, kepemudaan segenap elemen yang ada di luar partai politik.

Dan, yang paling menentukan adalah dengan siapa beliau berpasangan. Figur menonjol dikenal oleh masyarakat Sumut mewakili salah satu etnis lain atau agama lain juga tidak bisa diabaikan begitu saja dalam menentukan pasangannya karena bagaimanapun juga Sumut masih kental rasa primordialnya.


Leave a Reply