IMANUEL SITEPU. DELITUA. Rudi Prawira Pulungan (35) dan rekannya Harus (27) keduanya warga Jl. Brigjen Zein Hamid Gg Tapian Nauli (Medan Johor) langsung gelap mata begitu melihat sebuah sepeda motor terparkir dalam kondisi kunci kontak tergantung. Tanpa pikir panjang dan resiko, kedua petugas parkir di sekolah SMA Negeri 13 Jl. Kanal, Kelurahan Titi Kuning (Medan Johor) ini langsung menyambar motor dan membawanya kabur.

Akibatnya, selain hilang pekerjaan, keduanya juga kini mendekam di dalam sel tahanan Polsek Delitua.




Informasi diperoleh, kedua tersangka berhasil diciduk polisi setalah salah satu siswi SMA 13, Melda Rosa Putri Bukit (18) warga Desa Namorambe (Kecamatan Namorambe) membuat laporan ke Mapolsek Delitua. Dalam laporannya, korban mengaku Honda Beat BK 6115 ADF miliknya telah hilang dari lokasi parkir sekolah [Senin 13/3] diperkirakan sekira 11.00 wib.

Sebelum kejadian, sekira 10.00 wib, korban mengaku memarkirkan motornya di lokasi parkir atau persisnya di depan gedung sekolah SMA 13 tempatnya menuntut ilmu. Namun, saat itu, karena terburu-buru, korban lupa mengambil kunci kontaknya. Begitu dia masuk ke dalam ruangan, Haris selaku petugas parkir yang sedang berkeliling, melihat sebuah sepeda motor milik siswa dalam posisi kunci kontak lengket.

Haris lalu memberitahu temannya Rudi. Karena ada kesempatan, mereka pun sepakat mencurinya. Dengan berpura-pura merapikan sepeda motor yang sedang parkir, Rudi lalu memutar arah sepeda motormilik korban. Begitu posisinya telah di luar, Haris langsung membawa pergi.

Di lain pihak, sekira 11.00 wib, korban yang menyadari kunci motornya masih tertinggal, lalu pergi ke lokasi parkiran. Namun alangkah terkejutnya dia karena motornya kesayangannya telah rahib. Korban pun mempertanyakan kepada Rudi selaku petugas parkir yang saat itu sedang berjaga. Akan tetapi, Rudi mencoba berbohong dan mengaku tidak melihat keberadaan sepeda motor itu.

Tak terima dengan kejadian itu, sepulang sekolah, korban Melda Bukit ditemani orangtuanya membuat laporan ke Polsek Delitua. Berdasarkan adanya laporan korban, Polisi langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan cek olah TKP. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, dicurigai lah kalau pelakunya adalah Haris yang juga petugas parkir sekolah.




Haris akhirnya berhasil ditangkap polisi [Rabu 29/3: Siang]. Tak mau sendirian masuk sel, Haris akhirnya terus terang. Menurutnya, yang mencuri motor pelajar tersebut bukan ia sendirian melainkan bersama rekannya Rudi. Mendengar nyanyian Haris, hari itu juga polisi langsung melakukan pengembangan. Rudi pun akhirnya diciduk saat berada di kediamannya.

Tersangka Haris saat diwawancarai oleh Sora Sirulo di Polsek Delitua mengatakan motor milik korban telah mereka jual ke seseorang seharga Rp 2 juta melalui perantara Abah (masih buron).

“Sebanyak Rp 1 juta yang kami bagi dua, bang. Selebihnya sudah habis kami gunakan untuk berfoya-foya,” ujar Rudi.


Leave a Reply