B. KURNIA P.P. BERASTAGI. Fardu Kifayah Jenazah adalah merupakan salah satu kewajiban umat muslim dalam hal mengurusi ketika terkujur seorang yang beragamakan Islam, memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan mengkuburkannya. Jika 4 hal  ini dapat terlaksana maka gugurlah kewajiban penduduk sekitarnya. Akan tetapi, jika hal itu tidak ada yang mengurusi maka penduduk sekitarnya pun ikut mendapat dosa atas tidak terlaksananya Fardu Kifayah Jenazah.





Atas pertimbangan 4 hal itu, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Badan Kerjasama Sosial Umat Islam (BKSUI) Kecamatan Berastagi akan melakukan pelatihan secara teori dan praktek kepada sejumlah umat muslim yang telah bersedia mengemban amanah ini. Pelatihan akan mengambil tempat di Hotel Enasti dan Mesjid Nurul Iman Jaranguda, Berastagi [Minggu 26/4],

Menurut Edi Sofyan selaku Ketua PHBI didampingi Sekretaris Rudianto pada wartawan [Selasa 4/4] di Berastagi, begitu pentingnya pelatihan Fardi Kifayah ini. Dalam suatu rangkaian pelaksanaan setiap jenazah berbeda-beda dalam bentuk kematian. Jika seorang petugas Kifayah Jenazah kurang ilmu dalam menangani, maka bisa berdampak buruk dalam tuntunan Islam, sementara kita dituntut harus bisa memuliakan setiap Jenazah.

Jika sudah bisa, petugas melaksanakan dengan tuntunan sesuai syariah Islam maka lewat para bilal ini pula bisa menyampaikan pada pihak keluarga mana yang dibolehkan dan mana yang tidak sesuai ajaran Islam.

“Bukan ikut-ikutan bahkan tidak ada dalil dalam ajaran Islam seperti memecahkan piring kaca ketika jenazah hendak diberangkatkan ke kuburan, tabur bunga di jalan, kan ini perbuatan sia sia saja,” tegas Sofyan.

Ditambahkan oleh Sofyan kembali dalam hal Pelatihan Fardu Kifayah ini, PHBI dan BKSUI sebagai pengelola tanah perkuburan di Kota Berastagi. Dia sangat terkesan dengan banyaknya peserta. Peserta yang diramalkan 40 orang ternyata yang mendaftar sebanyak 60 orang.

Mereka berasal dari setiap desa dan




kampung sehingga ke depannya sudah tidak susah lagi menemukan petugas Fardu Kifayah jika terjadi musibah meninggal dunia.

“Ke depannya kami berharap umat muslim di Berastagi terus bergandeng tangan untuk memperkokoh kesatuan dalam menjalankan siar Islam. PHBI di tengah-tengah umat muslim adalah sebagai mitra kerja untuk menghubungkan satu dengan yang lainnya. Apa yang sudah diperbuat PHBI ini semata adalah Siar Islam di Kota Berastagi, sehingga kita dapat bersama-sama membantu PHBI dalam menjalankan program kerja ke depan seperti Isra’ Mi’raj, Safari Ramadhan, dan Idul Fitri,” ungkap Edi Sofyan yang diamini oleh Rudianto dan pengurus PHBI yang lain.


Leave a Reply