Mangga, Alpukat dan Jeruk Pantai Buaya Membanjiri Medan

 

ARJUNA KEMBAREN. MEDAN. Harga Jeruk Karo khususnya yang berasal dari Kutambelin (Urung Liang Melas, Dataran Tinggi Karo) mulai turun sekarang ini di Pasar Induk Laucih (Medan). Penyebabnya dari turunnya harga Jeruk Karo ini adalah turunnya hujan terus menerus mengguyur Kota Medan.





Sebagaimna kita ketahui, selain alasan kesehatan karena jeruk merupakan sumber berbagai jenis vitamin (khususnya Vitamin C), jeruk biasanya digemari karena dapat melegakan rasa haus. Rasa haus manusia akan meningkat bila suhu udara meningkat. Ketika huja turun, apalagi secara terus menerus, maka suhu udara pun menurun. Selajutnya, rasa haus juga menurun mengikuti menurunnya suhu udara dan akibatnya kebutuhan terhadap jeruk pun ikut menurun.

“Hal ini sangat terasa dari kebiasaan. Bila hujan terus menerus maka  penjualan jeruk juga menurun,” kata seorang pedagang jeruk merga Sembiring meskipun teorinya itu masih membutuhkan pembuktian yang akurat melalui penelitian ilmiah.

Menurut Sembiring dan beberapa pedagang Jeruk Karo lainnya, turunnya harga Jeruk Karo adalah juga karena banjirnya buah mangga, alpukat, dan jeruk Pantai Buaya.




“Jeruk Pantai Buaya memang tidak segurih Jeruk Karo yang berasal dari Liang Melas. Namun, kalau selisih harganya jauh berbeda, orang mikir-mikir juga untuk akhirnya membeli Jeruk Pantai Buaya,” kata Sembiring.

Di bawah ini adalah daftar harga Jeruk Karo hari ini [Kamis 6/4] di Pasr Induk Laucih, Medan.

Jeruk Karo SUPER Rp. 25 ribu/ Kg

Jeruk Karo AB Rp. 15 ribu/ Kg

Jeruk Karo C Rp. 9 ribu/ Kg

Jeruk Karo ANAK Rp. 7 ribu/ Kg


Leave a Reply