Dengan senyum di hati, saya menuliskan ini karena menyadari betapa hebatnya Pak Polisi Negara ini. Mari kita buktikan pelan-pelan. Ketika demo 212 dan adanya penangkapan beberapa tokoh, maka sesungguhnya aksi radikal di negeri ini sudah berhasil digulung oleh polisi kita. Alasan saya sangat sederhana sekali tentunya.






Ketika terjadi penangkapan di malam sebelum 212 itu, semua alat komunikasi para tersangka dan tertangkap yang berupa HP dan Laptopnya pastilah tidak ada yang luput dari pemeriksaan petugas. Nah, di sini lah yang disebut jejak forensik itu banyak ditemukan petugas dari semua tokoh itu.

Tentunya hal yang paling menghebohkan dunia, adalah munculnya foto phone sex antara wanita yang bernama F dan tokoh kontroversial HRS. Waaaw di sinilah rupanya kelemahan sang HRS.

Citra “imam besar” yang dengan susah payah dibangunnya selama ini, mulai luntur. Pelan namun pasti hal ini sangatlah merusak kepercayaan umatnya yang selama ini percaya dan yakin bahwa sang keturunan Nabi ini terbuat dari kepingan emas permata dan berlian. Eh, ternyata tidak lebih terbuat dari “air mani” juga… Kalau bahasa planet Sinabung (maaf) cret !!!

Begitu banyaknya informasi yang sudah terkumpul di polisi negara, maka semakin banyak pula hal yang bisa diantisipasi. HRS ini sepertinya sudah terlanjur memakan buah simalakama. Mungkin saja awal target kerjanya adalah “menumbangkan pemerintahan Presiden Kurus kita” dan ketika hal penumbangan ini dia bicarakan kepada orang yang mau mendanai kegiatan ini, maka terjadilah kesepakatan take and give.

Mungkin karena itulah berbondong-bondong sponsor mau membantu tetek bengek dalam hal demo di 212 kemarin itu. Terlihat ketika itu banyaknya orang datang dari daerah ke Jakarta hanya untuk berdemo. Itu tidaklah cukup hanya dengan uang kecil. Demikian juga dengan konsumsi makanan selama demo… dan tentunya berikut ongkos pulang mereka semua.

Target menumbangkan Pemerintahan yang direncanakan mereka, tentu saja menimbulkan semangat baru bagi lawan politik PDIP dan Jokowi, sehingga banyak orang atau fihak yang terlihat menyumbangkan apa saja. Namun, penangkapan dan pemeriksaan petugas terhadap oknum yang terperiksa selama ini pastinya akan memberikan petunjuk yang lebih jelas kepada polisi.

Singkat cerita, dari seluruh informasi yang terkumpul maka polisi sudah bisa menggambarkan dan memetakan langkah antisipasi yang akan dilakukan jika terjadi demo lagi.

Si HRS saat ini sebenarnya sudah sangat telanjang sekali di depan petugas negara. Bahkan saking telanjangnya, polisi mungkin sudah tahu berapa jumlah bulu yang ada di tubuh HRS… hi hi hi hi hi hi hi hi.

Maka, mulailah HRS hidup tersandera. Di satu pihak, dia sudah komitmen dengan donaturnya selama ini, bahwasanya mereka harus bergerak terus untuk mendemo Ahok sebagai sasaran antara dan Jokowi sebagai sasaran Akhir…. Woooow.

Namun kini situasi sudah terbalik, choy !!! HRS kini nampaknya bermain di dua kaki. HRS kemungkinan sudah berbalik menjadi informan petugas negara, mungkin karena perjanjian atau tekanan. Buktinya, sudah dua kali demo si HRS stidak berani tampil jadi pemimpin demo. Stafnya si Fitsa Hats pun mundur teratur kini dengan alasan mau kuliah S2.

Makanya begitulah…. Ketika terjadi demo 313 dengan sangat mudah polisi langsung membekuk si Gatot dan kawan-kawannya. He he he he he …. lagi pula manalah mungkin si sumbu pendek ini bisa menang melawan alat negara. Jadi, kita tidak usah heran jika HRS ini sedang dirawat kesehatannya oleh negara ini, karena negara sedang membutuhkan dirinya, selama dia masih dianggap tokoh oleh bumi datar.




Dan, Pak Tito sudah menunjukkan hal yang sangat luar biasa yakni, tidak perlu negara memenjarakan orang, selagi orang tersebut dapat dimanfaatkan oleh negara… Mungkin begitulah kiranya.

Polisi kini punya kartu As alias Sat kopong. Jika HRS bertingkah, maka foto-foto telanjang si F beserta chat pornonya akan mengudara lagi. Sehingga si HRS akan cemar selama hidupnya. Kini pilihannya sudah jelas, menjadi musuh negara atau membantu negara.

Namun… apapun itu, wahai HRS, you are a looser!

Selamat pagi….
Salam Salam Salam Mejuah-juah


Leave a Reply