Oleh: Sada Arih Sinulingga (Berastagi)

 

Hampir semua suku dan daerah di dunia ini dikenal memiliki kesenian tari. Menari dalam bahasa Karo disebut Landek. Gerakan menari atau tarian menjadi gambaran umum karakter sebuah suku, kebiasan atau profesi, dan alam di daerah suku tersebut.





Suku yang berdiam di pinggir laut umumnya gerakan tarinya menggambarkan kebiasaan nelayan dan mengambarkan alam yang ditepi pantai akan berbeda pula dengan masyarakat di pegunungan yang umumnya bermata pencaharian sebagai petani.

Suku Karo sebagai salah satu suku asli Sumatera Utara yang mendiami Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Kab.Karo, Simalungun dan Dairi ini terkenal dengan bermacam-macam tariannya. Menari sering dilakukan pada acara pesta tahunan, pesta perkawinan adat dan lainnya. Sehingga setiap pemuda -pemudi Karo selalu berlatih untuk melakukan gerakan tari yang akan ditampilkan di setiap desa yang melaksanakan pesta tahunan.

Iklan menghadiri seminar di Leiden (Nederland). Clik foto untuk ukuran lebih besar.

Selain itu setiap pasangan pengantin akan menari pada pesta adat perkawinannya. Oleh karena itu dapat di katakan semua suku Karo dapat menari atau landek walaupun tidaklah sesempurna yang dilakukan pelaku seni Karo yang disebut sebagai perkolong-kolong.

Untuk maksud lebih mengenal dan memahami gerakan tari pada Suku Karo ( Landek ) maka saya mencoba menyampaikan gerakan tari dan makna gerakan tersebut, yakni:

    1. Gerakan tangan kiri naik ke atas , gerakan tangan kanan kebawah melambangkan sedang berfikir.
    2. Gerakan tangan kanan ke atas, gerakan tangan kiri ke bawah menggambarkan saling bantu-membantu (sisampat-sampaten, saling membalas).
    3. Gerakan-gerakan tangan kanan dan kiri ke depan/ muka menggambarkan siapa pun tidak boleh mendekat jika belum saling mengenal (ertutur lebe gelah sitandaan).
    4. Gerakan tangan yang bersifat menerima,menggambarkan ajakan untuk berkenalan (ertutur).
    5. Gerakan tangan berputar dan mengepal menandakan sudah ada kesatuan hubungan yang kokoh.
  1. Gerakan tangan ke atas menandakan tidak boleh ada yang mendekat.
  2. Gerakan tangan sampai di kepala dan membentuk burung merak melambangkan boleh berfikir.
  3. Gerakan tangan kanan dan kiri sampai ke bahu menandakan beban yang berat dan ringan sekalipun dipikul bersama.
  4. Gerakan tangan di pinggang melambangkan penuh rasa tanggungjawab.
  5. Gerakan kedua tangan kanan dan kiri ketengah menggambarkan siapa pun yang datang kalo sudah memperkenalkan diri di terima dengan baik.

Dari ragam gerakan dan maknanya tersebut maka dapat dipahami bagaimana sifat orang Karo dan bagaimana seharusnya sikap orang Karo yang merupakan jadi gambaran jatidiri kita selaku suku Karo.

Mejuah-juah

Foto header: Penari Karo (Foto: kalak_karo)









Leave a Reply