IMANUEL SITEPU. MEDAN TUNTUNGAN. Ribuan pelayat yang memadati Jambur Gotong Royong Pancur Batu tidak dapat membendung air mata begitu melihat 4 peti jenazah telah berbaris di dalam lokasi jambur [Kamis 6/4]. Jenazah Marita beru Sinuhaji (54) dan anaknya Prengky Ginting (30) serta kedua cucunya Selfy (5) dan Kristin Violet (3,5) terlebih dulu ‘diadati’ secara Suku Karo di dalam jambur tersebut, sebelum diserahkan kepada pihak gereja dan kemudian dikebumikan pada sore harinya.





Di dalam lokasi jambur, motif kematian Marita beru Sinuhaji beserta anak dan kedua cucunya masih jadi perbincangan hangat.

M Tarigan (60) salah satu warga yang rumahnya berdampingan dengan kediaman korban mengaku sangat sedih dengan musibah yang menimpa tetangganya tersebut.

“Setahun yang lalu rumah korban juga sudah pernah dibakar OTK. Caranya dengan mengisi bensin di dalam kantung plastik dan, lalu, menggantungnya di atas pintu. Bensin di dalam plastik itu dibiarkan menetes sedikit. Dan kemudian menyulutnya dengan api. Saat itu, pintu dapur rumah korban juga sempat terbakar. Namun masih bisa dipadamkan. Akibat kejadian itu, pintu dapur rumah korban sampai sekarang masih ditempel dengan seng beber Tarigan.

Masih kata Tarigan, setelah diketahui kalau rumah yang ditempati korban telah terbakar, orang tua MG yang dicurigai sebagai otak pelaku dilihat oleh beberapa warga datang dengan menaiki becak.




“Begitu tiba di depan rumah korban, orangtua MG dilihat warga tertawa dan menepuk tangannya dengan pelan-pelan lalu pergi. Warga sempat merasa heran. Pun demikian biarlah polisi yang bertindak,” bebernya lagi.

Hal serupa juga dibenarkan warga lainya. Mereka sempat heran melihat kedatangan pemilik tanah yang pertama itu. Sepertinya dia gembira di atas penderitaan orang. Kalau pun nanti dia ikut terlibat atas kejadian ini, berarti ada juga oknum lain yang terlibat.

Karena, menurut mereka, anak pemilik lahan yang pertama itu dikabarkan memiliki selingkuhan.

“Dugaan kami ada oknum lain di luar keluarga itu yang  terlibat dalam kasus pembakaran rumah korban,” beber warga.

Warga pun tidak meyakini kalau kematian korban akibat terkepung api.

“Menurut kami kalau pun api membesar, keempat korban pasti bisa menyelamatkan diri. Karena pintu dapur rumah korban gampang untuk dibuka, kecuali kalau para korban dibunuh duluan,” sambung warga tadi.


Leave a Reply