DENHAS MAHA. MEDAN. Dewasa ini, sebuah kawasan yang menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat maupun daerah adalah Danau Toba. Adanya keinginan keras dari Pemerintah Pusat menggen­jot sektor pariwisata di ka­wasan Danau Toba, menjadi­kan kawasan ini wajib dan ha­­rus dikonservasi sehingga layak menjadi daerah tujuan wisata.




Menjadikan Danau Toba sebagai daerah tujuan wisata, tentunya banyak hal yang harus kita benahi, salah satunya sarana dan prasarananya. Untuk itu diperlukan sinergitas antara semua pemangku kepentingan (stakeholder) dalam mengembangkan kawasan wisata ini karena dinilai dapat menjadi Destinasi Wisata terbaik di dunia.

Hal ini dikemukakan oleh Wagubsu Brigjen (Purn) DR. Hj. Nurhajizah Marpaung SH, MH saat menerima kunjungan Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba yang diketuai Ir. Ardhi Kusno di ruang kerjanya lantai 9 Kantor Gubsu Jl. Dipenegoro, Medan [Selasa 4/4].

Turut hadir Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba Ir. Yusran Syahri, MSi, Kepala Sekretariat Drs. Rachmad Karo-Karo, Kepala Pusdata Ir. Masdin Girsang MSi dan rombongan serta mewakili Dinas Kominfo dan mewakili Dinas Lingkungan Hidup.

“Perlu adanya investor yang dapat sekaligus membangun kawasan wisata Danau Toba dalam waktu yang bersamaan,“ ujar Wagubsu.

Dengan adanya kawasan wisata Danau Toba, diharapkan dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke daerah wisata lainnya yang ada di Provinsi Sumatera Utara.





“Perlu adanya sumbangsih pemikiran dari para stakeholder bagaimana caranya para wisatawan saat berkunjung ke Danau Toba juga dalam satu waktu perjalanan dapat berkinjung ke tempat wisata lainnya,” pungkas Nurhajizah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba Ir. Ardhi Kusno menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya-upaya dalam hal pengelolaan ekosistem Danau Toba.

“Mela­lui konservasi, diharapkan kawasan Danau Toba tetap lestari dengan keasri­annya dan tetap menjadi daya tarik kunjungan wisata utama bagi Indonesia,” ujar Ardhi.


Leave a Reply