Ketika selalu dan selalu ada teror di mana-mana, entah itu di belahan bumi yang lain atau bahkan di negri tercinta ini, tentu kalian akan menilai itu adalah perilaku Umat Islam secara umum. Jujur saja, kami sedih ketika mendengar ada perilaku biadab yang dilakukan oleh mereka-mereka yang mengaku Islam, sahabat. Kami bukan hanya sedih, tapi kami juga mengutuk keras.





Sahabat, pernahkan mendengar seseorang yang mati tragis di dalam gereja dengan memeluk bom demi saudara-saudaranya yang lain agar terhindar dari kematian? Pernah, bukan? Ya, sahabat kami. Saudara kami yang anggota Banser rela memeluk bom yang ada di dalam gereja demi menyelamatkan ratusan jiwa dengan mengorbankan dirinya. Meski harus juga meninggalkan orang-orang terkasih.

Itulah Islam kami, saudaraku. Islam yang diajarkan ulama dan Kyai NU kami yang akan selalu hormat kpada dengan siapapun. Selalu menghargai perbedaan sampai kapan pun.

Kami diajarkan untuk tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Mengedepankan kebaikan yang universal. Mencintai negri ini di atas segalanya agar negri ini tentram dan damai. Menjaga keutuhan negeri ini agar utuh dalam kesatuan dan persatuan dalam wilayah NKRI.

Kami tidak gampang marah, sahabatku. Kami sadar sesadar-sadarnya, bahwa yang menista agama justru adalah akhlak.




Akhlak dari orang-orang yang mengaku muslim namun tidak memahami secara utuh apa itu rahmatan lill allamin.

Itulah mengapa, ketika Kyai kami beberapa kali dilecehkan, dihina, kami tetap berkepala dingin. Kami tetap harus bisa mengendalikan amarah kami. Dan, ketika mereka yang barangkali khilaf meminta maaf, kyai kami juga memaafkan. Kami sudahi urusan itu. Tidak harus memendam amarah, tidak harus hiruk pikuk dengan melotot dan mata memerah.

Semoga sahabat-sahabat memaklumi ini. Kami akan selalu ada untuk bangsa ini ….


Leave a Reply