Jadi ingat saat Pilpres. Ingat ketika lembaga survey yang lain dalam penghitungan quick Count, sebagian dimenangkan oleh Jokowi. Namun di Stasiun TVOne quick count malah dimenangkan oleh Prabowo. Lalu, apa yang terjadi? Setelah perhitungan real KPU memenangkan pasangan Jokowi-Kalla, jreeeng …. KMP dengan ratusan saksi serta ribuan advokatnya menyerbu Kantor MK. Terjadilah dagelan yang luar biasa lucuuuuu….

Sekarang, ketika TVOne secara masif memberitakan Anis Sandi unggul dalam survey di Pilkada DKI, rasa-rasanya kok bisa ditebak arahnya ke mana. Atau untuk senjata dengan asumsi “gue dicurangi”.

Lalu, seperti Pilpres, karena merasa dicurangi, mereka akan menggruduk MK lagi? Lalu, seperti yang sudah-sudah, mereka akan mendatangkan saksi-saksi yang lucu lagi?

Tapi ini analisa, lho, ya. Semoga tidak terjadi. Semoga semua siap kalah dan siap menang. Yang kalah ya nerimo. Yang menang ya jangan jumawa.

Akan tetapi, ditenggarai dengan adanya Tamasya Alamidah, dengan adanya penambahan jumlah TPS yang lumayan banyak, meski KPU mempunyai data konkrit bahwa jumlah pemilih juga bertambah, kubu Anis sudah mencurigai ada aroma curang di sana.

Pernah dalam suatu kesempatan, saya bilang begini: “Mas, katanya, ini katanya lho ya, sebagai orang beragama tidak baik jika suudzon. Tidak baik berprasangka buruk. Mbok ya berprasangka baik. Toh jika berprasangka baik itu dapat pahala.”

Namun, dengan sigap saran saya disergah: “Ora iso. Itu bukti dari curangnya KPU.”

Terus, saya tanya begini: “Lha, sampeyan siap kalah, Mas?”

“Ya, tidaklah!”

Jadi, jika Anis Sandi besok kalah, lalu tidak terima dan menggugat MK, kita semua jangan terkejut. Lha, wong surveynya saja dimenangkan Anis.

Ahhh …. terserah, urusanmulah….









Leave a Reply