NELSON GINTING. MEDAN. Janji Pemko Medan untuk kembali menertibkan pedagang kaki lima (PK5) yang menggelar lapak di seputaran Jl. Sutomo dan sekitarnya dibuktikan. Tim Gabungan Pemko Medan melakukan ‘pembersihan’ [Kamis 13/4: Dinihari]. Selain mengamankan barang dagangan berupa sayuran dan buah, lapak yang digunakan untuk menggelar dagangan seperti meja, tenda maupun payung milik pedagang juga ikut disita.

Penertiban PK5 dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Medan, M. Sofyan. Selain petugas Satpol PP, penertiban ini melibatkan personil Dinas Perhubungan Kota Medan, PD Pasar, jajaran kecamatan, kelurahan, kepala lingkungan serta dibantu aparat Polrestabes Medan dan Kodim 0201/BS.

“Jumlah personil yang kita turunkan untuk menertibkan PK5 di seputaran Jalan Sutomo dan sekitarnya sebanyak 600 orang. Seperti penjelasan yang telah saya sampaikan sebelumnya, tujuan penertiban ini untuk mengembalikan fungsi Jalan Sutomo dan sekitarnya sebagai failitas umum, bukan tempat berjualan!,” tegas Sofyan.

Sebelum penertiban dilakukan, seluruh personil melaksanakan apel di depan Kantor PD Pasar Jalan Sutomo. Sejumlah pengarahan diberikan Sofyan, sehingga penertiban yang dilakukan benar-benar efektif. Selain satu komando, penertiban yang dilakukan juga harus mengutamakan pendekatan persuasif.




Usai apel, tim gabungan selanjutnya bergerak menyisiri seputaran Jalan Sutomo. Kehadiran tim gabungan membuat para PK5 urung melakukan bongkar muat. Meski demikian ada juga sejumlah pedagang yang nekat berjualan. Tak pelak tim gabungan pun langsung mengamankan meski PK5 berusaha sekuat tenaga mempertahankan sambil melontarkan kalimat sumpah serapah dan makian.

Proses penertiban berlangsung sampai pukul 07.00 WIB. Dari penertiban yang dilakukan, tim gabungan mengamankan 2 truk sayuran dan buah-buahan milik PK5. Selain itu tim juga membongkar 2 unit lapak milik pedagang yang digunakan untuk berjualan, termasuk meja, tenda, serta payung. Selanjutnya keseluruhan barang milik para pedagang tersebut dibawa ke markas Satpol PP Jalan Jl. Adinegoro Medan.




Sofyan menegaskan, tim gabungan akan terus melakukan penertiban. Sebab, keberadaan para PK5 tidak dapat ditolerir.Selain menjadi biang utama penyebab terjadinya kemacetan arus lalu lintas, kehadiran para pedagang juga menyebabkan rusaknya infrastruktur serta sampah berserakan dimana-mana sehingga membuat kawasan itu semerawut dan sangat kumuh.

“Intinya keberadaan para PK5 sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman warga sekitar, termasuk para pengguna jalan.

Di samping itu keberadaan mereka juga menyebabkan penghasilan para pedagang di Pasar Induk Lau Cih (Medan Tuntungan) terus merugi karena minimnya jumlah pembeli yang datang. Penertiban akan terus kita lakukan sampai kawasan Jl. Sutomo dan sekitarnya bersih dari PK5,” tegasnya.


Leave a Reply