IMANUEL SITEPU. MEDAN JOHOR. Warga yang berdomisili di JL. Jamin Ginting/ Pintu Air VI, Gg. Nurul Huda (Medan Johor) yang sedang terlelap tidur, sontak geger kemarin [Sabtu 15/4: sekira 01.00 wib]. Pasalnya, kediaman seorang warga setempat, Terang Purba (43), bersama 2 rumah kontrakan miliknya yang saling berdempetan, dikepung sijago merah.




Belum diketahui apa penyebab sehingga ketiga rumah itu terbakar. Hingga saat ini, Polisi masih melakukan penyelidikan. Beredar kabar di lapangan, api diketahui berasal dari salah salah satu kamar rumah yang dihuni oleh keluarga Matondang. Akan tetapi, pada saat kejadian, Matondang bersama istri dan anaknya sedang pergi ke Saribu Dolok untuk menghadiri pesta keluarganya.

“Api berasal dari rumah kontrakan saya yang dihuni Matondang bersama keluarganya. Sebelum kejadian, sekira 23.00 wib, Matondang pergi ke Seribudolok hendak menghadiri pesta. Matondang sempat permisi sama saya,” sebut Terang Purba.

Elmida beru Purba (22) anak korban Terang Purba adalah orang yang pertama mengetahui adanya kebakaran. Elmida mengaku tiba-tiba sontak terbangun karena melihat asap sudah mengepul masuk ke dalam ruang kamarnya.

“Melihat asap sudah banyak di kamar, saya pun langsung teriak api. Bapak dan adik saya langsung terbangun dan kami lalu lari keluar rumah menyelamatkan diri,” sambung Elmida seraya meyakini kalau asal api berasal dari rumah Matondag karena kamar mereka hanya berbatas dinding.

Dalam sekejap, api langsung merebak luas. Puluhan warga sekitar yang telah ikut terbangun berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Akan tetapi, api tak mampu dijinakan. Sehingga barang berharga yang ada di dalam ketiga rumah tersebut tidak ada yang bisa diselamatkan

“Kalau kerugian belum bisa dihitung. Soalnya, kedua keluarga yang mengontrak rumah saya belum pulang dan belum mengetahui kejadian tersebut. Tapi kerugian saya mencapai ratusan juta. 3 kereta dan juga surat penting ikut terbakar,” beber Elmida didampingi ayahnya Terang Purba.

Sementara menurut L Beru Tarigan (40) tetangga korban, Polisi dan 6 unit pemadam kebakaran datang setelah satu jam kemudian begitu api telah meluluhlantahkan seluruh isi rumah.

“Sudah habis terbakar baru datang mobil pemadam kebakarannya,” ujarnya.

Sementara bantuan untuk korban




belum ada dari mana pun. Karena tadi malam pun belum ada pihak pemerintahan yang datang. Pun demikian kita berharap, keluarga korban agar dapat bantuan dari pemerintah.

“Terang Purba memiliki 3 unit rumah yang berdempet. Satu unit dikontrakkan kepada M Beru Purba (45) dan satu unit yang di tengah dikontrakan kepada Matondang. Dan yang satu lagi ditempati oleh korban sendiri,” tambah sejumlah warga setempat kepada wartawan Sora Sirulo di lokasi.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian kebakaran tersebut.

“Benar ada 3 unit rumah yang terbakar. Asal api masih dalam penyelidikan,” sebutnya.


Leave a Reply