Kolom Ganggas Yusmoro: Mengapa Kubu Anies Ketakutan Jika Ahok Menang?

0
818

Menyikapi Pilkada DKI bukanlah persoalan remeh temeh. Pilkada DKI bukan juga persoalan warga DKI saja. Pilkada DKI telah membuat energi semua elemen bangsa ikut berpartisipasi aktip sesuai hati nuraninya masing-masing. Namun, ada pertanyaan yang luar biasa menarik, yaitu:  Mengapa Kubu Anies seakan begitu over dosis hanya untuk sebuah jbatan gubernur? Ada apa?

Coba kita perhatikan bersama. Untuk menjungkalkan seorang Ahok saja mereka harus berdarah-darah menggunakan segala segala cara. Mulai dengan membuat spanduk provokatif yang disebar di setiap sudut Jakarta, membuat baliho dengan Iklan-iklan yang tidak masuk akal, hingga dengan cara-cara keji mendiskreditkan Ahok lewat berbagai cara pula.

Bahkan saking ketakutannya, mereka menggeruduk DKI dengan alasan Tamasya Almaidah.

Beda dengan Ahok, kubu Ahok tidak membuat baliho apalagi spanduk. Tidak juga membuat sticker. Bahkan dengan terang-terangan membuka rekening sumbangan. Kampanye juga hanya blusak blusuk. Itupun juga sering ada yang Jahil. Ada yang merasa adhem panas jika Ahok datang.




Yaacchh… Pilkada DKI adalah pertarungan “Hidup mati ” antara dua Kubu. Pertarungan di DKI bukanlah pertarungannya Anies. Bukan juga pertarungannya Sandi. Anies Sandi hanyalah bidak-bidak catur yang harus dimainkan ke mana saja melangkah oleh sang Pecatur.

Pilkada DKI adalah langkah awal untuk pertarungan yang sebenarnya. Pilkada DKI harus dimenangkan untuk menebus kekalahan saat Pilpres 2014 tempo hari. Jika ibukota berhasil dikuasai, tentu akan lebih mudah melenggang untuk melangkahkan kaki di Pilpres 2019 nanti.

Lalu, mengapa Sang Pecatur masih begitu semangat untuk memegang tampuk kekuasaan, padahal sudah selalu kalah dan kalah? Ini semua karena seorang Jokowi . Jokowi yang kopig (bahasa Belanda yang artinya keras kepala, red.). Yang keras kepala dan tidak mau diajak kompromi. Mulai masalah Migas, Freeport dan bahkan Sumber Daya Alam dengan Bu Susi yang “edan” hingga terlalu galak terhadap pengemplang pajak.

Pak Jokowi musti dihentikan. Langkah awalnya adalah dari DKI. Itu mengapa mereka seakan ketakutan jika Ahok menang.









Leave a Reply