IMANUEL SITEPU. MEDAN. Seorang pria tanpa identitas mengenakan baju kaos hitam dan celana jeans pendek warna biru, ditemukan tewas bersimbah darah di atas trotoar Jl. Jamin Ginting. Persisnya di depan Rumah Sakit Umum Mitra Persada Km 9,8 Simpang Simalingkar (Medan Tuntungan) [Senin 17/4: sekira 01.30 wib].

Pria yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dengan ciri ciri berambut lurus dan berperawakan agak kurus ini diyakini adalah korban pembunuhan. Sejumlah luka tusukan ditemukan pada dada, punggung, leher serta luka bacok pada pelipis dan tangan.




Informasi diperoleh Sora Sirulo dari sejumlah saksi mata di lapangan menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sedang berada di atas mobil Mitshubishi L 300 Pickup warna hitam yang datang dari arah Pancurbatu menuju Medan. Setibanya di Simpang Simalingkar, korban terlihat melompat dari atas mobil L 300 lalu dikejar oleh seorang pria yang sebelumnya juga berada di atas mobil sambil membawa kelewang.

“Korban sempat dikejar. Keduanya lalu terlihat adu jotos. Pria tersebut kemudian ditikam berulang kali. Saya berani berteriak setelah pria yang ada di atas mobil L300 itu pergi kabur menuju Medan,” ujar salah satu parbetor yang kerab mangkal di Simpang Simalingkar namun namanya minta tidak dilibatkan dalam kejadian tersebut [Senin 17/4: sekira 10.00 wib].

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut apa motif sehingga keduanya terlibat duel, pria berusia 50 tahun ini pun mengaku tidak mengetahui persis.

“Kalau soal itu aku tidak tau persis, karena aku melihat dari jarak sekitar 10 meter. Kalau menurut prediksi saya, masalah perampokan mobil yang sekarang lagi marak. Tapi saya tidak tau persis, apa korban yang terbunuh atau pelaku yang menjadi korban perampokan. Tapi, menurut feeling saya, korban yang terkena bacoklah pelaku perampokan,” tuturnya.

Apakah korban pelaku perampokan atau justru menjadi korban? Mungkin karena mengetahui bajing loncat naik ke atas mobilnya, pelaku lalu mengambil pisau lalu mengejar pelaku lalu membunuhnya dan setelah itu pergi.

“Kalau memang korban yang terbunuh si pemilik mobil, pasti saat berkendara, ia membawa identitas seperti KTP dan SIM. Selain itu, korban juga sudah pasti terlebih dulu diikat dan mulutnya dilakban dan matanya ditutup oleh pelaku. Makanya saya meyakini kalo korban terbunuh itu adalah pelaku perampokan yang ketiban sial.

“Memang setahu saya setiap sopir mobil L 300 selalu menyediakan senjata diatas mobil untuk melindungi diri dari pelaku perampokan. Mereka sangat khawatir menjadi korban penjahat jalanan,” bebernya.




Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi membenarkannya.

“Pemuda yang tewas di samping trotoar di depan RSU Mitra Persada Simpang Simalingkar tanpa identitas tersebut diperkirakan berusia 25 tahun,” ujar Kapolsek.

Dari keterangan tim Inafis yang telah melakukan cek TKP, ditemukan luka tusukan pada dada kiri, tangan kanan, punggung belakang kiri, leher depan dan pelipis mata sebelah kiri. Jenazah pria tersebut telah diboyong ke RS Bayangkara.

“Motif pembunuhan masih kita dalami. Empat orang saksi telah kita mintai keterangan. Bagi warga yang mengetahui identitas korban, agar memberitahukan ke Polsek Delitua,” beber Kompol Wira.


Leave a Reply