NELSON GINTING. MEDAN. Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan akan kembali menggelar Pentas Seni dan Budaya (PSB) besok lusa malam [Sabtu 22/4]. Lokasi perhelatan yang diselenggarakan dalam rangka untuk melestarikan seni dan budaya seluruh etnis yang ada di Kota Medan ini dikembalikan lagi ke Jl. Pulau Pinang (seputaran Lapangan Merdeka).

Sebagai penampilan perdana di tahun 2017 ini, PSB akan menampilkan seni dan budaya dari etnis Melayu. Oleh karenanya, bagi warga Kota Medan yang haus akan seni dan budaya Melayu, mereka dapat hadir bersama anggota keluarganya untuk mengobati kerinduannya tersebut.

Wali Kota Medan, Drs. H.T. Dzulmi Eldin S. MSi direncanakan akan hadir sekaligus membuka perhelatan yang diproyeksikan akan menjadi ikon Kota Medan tersebut. Direncanakan, setiap malam Minggu, secara bergilir, masing-masing etnis di Kota Medan akan menampilkan seni dan budayanya.

Wali Kota berharap PSB tahun ini harus lebih baik dan semarak lagi dari tahun sebelumnya. Oleh karenanya, Wali Kota minta kepada seluruh SKPD terkait harus bertanggung jawab dan mendukung sepenuhnya event seni dan budaya ini sehingga menjadi kalender event yang layak dijual.




Kemudian Wali Kota juga berpesan kepada penyelenggara PSB agar mengemas acara ini dengan elegant, sehingga menjadi sebuah pertunjukan yang benar-benar menarik dan dapat mengobati kerinduan bagi warga akan kampung halamannya. Dengan demikian PSB mampu menarik perhatian banyak masyarakat dan mereka penuh antusias datang untuk menyaksikan seluruh rangkaian acara yang disajikan.

“Saya ingin PSB dikemas dengan sebaik-baiknya dan semenarik mungkin. Hal ini sangat penting agar masyarakat yang datang bukan karena disuruh melainkan karena mereka benar-benar tertarik dengan atraksi seni dan budaya yang disajikan,” kata Wali Kota diwakili Asisten Pemerintahan, Musadad Nasution ketika memimpin persiapan akhir PSB di Balai Kota Medan, Kamis pekan lalu
.
Plt Kadis Pariwisata Kota Medan, Budi Hariono SSTP langsung mengamini keinginan Wali Kota tersebut. Dia beserta jajarannya ingin membuat suatu kegiatan untuk masyarakat Kota Medan, berupa penampilan seni dan budaya dan etnis dari seluruh etnis yang ada di Kota Medan. Selain ingin mengobati kerinduan akan seni dan budaya tradisionil, Budi pun ingin PSB dapat mengangkat kembali semangat kesenian dari para pelaku seni di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Untuk itu, papar Budi, PSB akan diselenggarakan setiap malam Minggu dengan menyungguhkan atraksi seni dan budaya seluruh etnis yang ada di Kota Medan. Mantan Kabag Humas ini mengungkapkan, saat ini tercatat ada 14 etnis yang ada di Kota Medan seperti Melayu, Karo, Mandailing, Toba, Simalungun, Angkola, Nias, Minang, Aceh, Jawa, Dairi, Cina, Arab dan India. Seluruh etnis akan bergiliran untuk menyajikan atraksi seni dan budayanya masing-masing.

Namun sebelum tampil, kata Budi lebih lanjut, setiap etnis harus mempersiapkannya dengan baik dan matang, sehingga pertunjukan yang ditampilkan memuaskan para pengunjung yang datang.

Pertunjukan PSB besok malam, kita akan menampilkan atraksi seni dan budaya etnis Melayu. Selain tarian dan lagu, PSB juga akan menampilkan cerita rakyat, pemutaran film, kuliner tradisional, maupun cindera mata khas etnis Melayu hasil kreasi para pengerajin UMKM, jelasnya.

Guna menarik perhatian pengunjung untuk menyaksikan PSB, Budi mengatakan akan menyelipkan malam urban yang menjadi wadah bagi komunitas anak muda di Kota Medan untuk menampilkan kreasinya




Insya Allah PSB yan kita tampilkan kali ini lebih baik dari tahun lalu. Pokoknya pengunjung puaslah. Jadi ayo beramai-ramai datang menyaksikan PSB besok malam bersama anggota keluarganya, ajaknya.

Apalagi tambah Budi, PSB digelar di Jalan Pulau Penang, bukan di Jalan Bukit Barisan seperti tahun lalu. Selain karena adanya masukan dari sejumlah tokoh masyarakat, PSB lebih punya ruh jika digelar di Jalan Pulau Pinang.

Yang menggembirkannya lagi, SKPD terkait juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh, sehingga PSB dapat berjalan dengan baik dan lancar seperti yang diinginkan Bapak Wali Kota Medan, ungkapnya.

Foto header: Tari topeng Suku Karo


Leave a Reply