SADA ARIH SINULINGGA. BERASTAGI. Kota kecil Berastagi yang berhawa sejuk karena memiliki suhu sekitar 16 derajat Celcius ini sejak zaman Hindia Belanda telah dijadikan kawasan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur di Sumatera Timur selain sebagai tempat wisata.




Posisinya yang terletak di daerah pegunungan Taneh Karo, diantara dua gunung berapi aktif (Gg. Sibayak dan Gg. Sinabung) dan memiliki curah hujan yang banyak maka kesuburannya luar biasa. Sesuailah namanya disebut Berastagi yang kurang lebih artinya tanah yang subur atau daerah yang sangat baik (Berastagi, beraspati yang artinya inti taneh, red).

Salah satu tanaman terbaik di Berastagi saat ini adalah Wortel. Sepanjang jalan nasional Jl. Jamin Ginting terdapat puluhan pencucian wortel yang setiap harinya dikirim menuju Kota Medan serta kota-kota lainnya di Sumut dan di luar Sumut seperti Banda Aceh, Batam, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Kalimantan, bahkan ke wilayah Indonesia Bagian Timur.

Setelah pengepakan, komoditi wortel disusun ke dalam container pendingin (termo king) untuk kemudian diberangkatkan dari Berastagi ke Ambon.

Wortel Berastagi dikenal berkualitas setara import karena tekstur dagingnya yang empuk dan warnanya yang merah cerah serta rasa yang khas. Tidak berlebihan jika wortel Berastagi tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan tanaman sejenis di daerah lain di seluruh Indonesia ini sehingga wortel Berastagi kini masuk ke supermarket dan pasar-pasar modern.




Kebutuhan akan wortel Berastagi semakin meningkat terus seiring ditutupnya kran import oleh pemerintahan Jokowi.

Seiring dengan itu, wortel import dari luar negeri tidak dapat masuk lagi ke Indonesia. Ini merupakan kebijakan pemerintah yang sangat tepat untuk membela petani.

Sebagaimana kita ketahui, sebagian besar penduduk Indonesia bermatapencaharian petani. Karena itu, kebijakan ini dapat mensejahterakan masyarakat.

Kemarin malam [Rabu 19/4] telah diberangkatkan pula sebanyak 15 ton wortel dari Kota Berastagi langsung ke Kota Ambon (Maluku) dengan pengangkutan truk pendingin modern (termo king).

Pengiriman seperti inilah yang pernah diupayakan di tahun 1990an oleh Pasmakop yang bekerjasama dengan Friedrich Stieftung dari Jerman. Saat itu, perwakilan Friedrich Stieftung dari Jerman untuk Pasmakop Berastagi adalah seorang Jerman yang sarjana Antropologi Ekonomi.

Kini pengiriman sayur mayur dari Berastagi ke tempat-tempat lain di Nusantara dilakukan oleh putra Karo sendiri yang merupakan sarjana (S2) Antropologi Hukum.

Untuk memenuhi kebutuhan wortel Berastagi di kota anda, silahkan menghubungi nomor WA 081297416191

Wortel dari Kota Berastagi siap melaju ke Kota Ambon di Maluku.


Leave a Reply