DENHAS MAHA. MEDAN. Perusahaan transportasi SMRT yang mengeoprasikan mayoritas angkutan masal di Singapura menunjukkan minat berinvestasi pembangunan angkutan masal berbasis Light Rail Transit (LRT) di kawasan Medan Binjai dan Deliserdang.
Dalam pertemuan dengan Gubsu (H.T. Erry Nuradi) di Kantor Gubsu [Rabu 19/4] dengan Principal Consultant SMRT International Yeo Beng Lee, Gubsu menyabmbut baik ketertarikan SMRT untuk berinvestasi di Sumut.

“Singapura sudah tidak diragukan lagi dalam pengelolaan transportasi masal yang modern dan terintegrasi. Ketertarikan SMRT adalah hal yang menggembirakan bagi kami,” kata Erry Nuradi.

Dalam kesempatan itu, Yeo Beng Lee memaparkan bahwa separuh populasi di Singapura atau 3 juta orang setiap harinya menggunakan layanan LRT atau MRT. Sebagian besar layanan angkutan masal LRT atau MRT di Singapura dioperasikan oleh dua operator dan pihaknya menjadi operator mayoritas.




“Kami sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan menjadi operator sejak tahun 1987 di Sungapura,” kata Lee.

Pada awalnya SMRT dibantu perusahaan lain dalam pembangunan dan pengeoprasian dan perawatan.

“Sekarang sudah kita semua yang mengoperasian dan melakukan perawatan,” katanya.

SMRT juga berpengalaman sebagai penyedia layanan di bidang transportassi railsystem, bus, taxi, advertising, media dan penyewaan gedung.

Lee mengatakan pihaknya sudah ditunjuk sebagai perushaaan yang akan membangun LRT di Bandung dan saat ini sedang melalui tahapan persiapan pembanggunan.

Minat SMRT berinvestasi di Sumut mendapat dukungan dan sambutan baik Gubernur Sumatera Utara. Gubsu mengatakan pengembangan kawasan perkotaan Medan, Binjai Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro), dan untuk mengatasi kemacetan lalulintas di kawasan perkotaan, diperlukan dukungan sarana trasnsportasi yang memadai.

“LRT dan MRT dapat menjadi moda transportasi masal andalan dalam mengatasi berbagai persoalan kemacetan dan pengembangan kawasan perkotaan,” ujar Gubsu Erry.

Gubsu yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Anthony Siahaan dan Asssten Ekonomi dan Pembangunan Ibnu S Hutomo serta Tetty Magdalena dari Bappeda menjelaskan saat ini sudah ada beberap perusahaan yang tertarik berinvestasi di bidang tranportasi masal di Sumut. Untuk wilayah Mebidang, ada PT Medan Metropolitan Monorel yang tertarik dan telah menyusun dan menyampaikan Pra Studi Kelayakan pembangunan monerel di Mebidang.

Sementara itu, Kota Medan juga telah menyusun Studi Kelayakan pembangunan LRT Kota Medan yang diusulkan sebagai proyek strategis nasonal. Tetty Magdalena menjelaskan, nantiya akan ada integrasi pembangunan antara LRT Kota Medan dengan LRT/monorel Mebidang melalui pembangunan stasiun terintegrasi.









Leave a Reply