Usai Makan BPK, Siagian Geger Otak Ditabrak Pelajar

0
524

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Lakalantas antara Honda Astrea Prima dan kereta Mocin merek TVS tanpa Plat, terjadi di Jalan Besar Biru-biru. Akibat insiden tersebut, kedua pengendara, Ngatur Siagian (45) warga Desa Talun Kenas (Kecamatan STM Hilir) mengalami luka parah pada sekujur tubuh dan kepala. Sementara Deni Tarigan (16) warga Desa Rumah Gerat (Kecamatan Biru-biru) mengalami patah tulang.

Informasi diperoleh Sora Sirulo, tabrakan tersebut terjadi persis di depan salah satu rumah makan BPK yang terdapat di Desa Biru-biru (Kecamatan Biru-biru) [Selasa 18/4: sekira 18.30 wib].

Sebelum kejadian, Ngatur Siagian diketahui sedang makan di dalam rumah makan kas Karo tersebut. Selesai makan, Ngatur Siagian pun berencana hendak pulang dengan mengendarai Honda Astrea Prima miliknya. Tanpa menoleh ke kanan dan kiri, Ngatur Siagian langsung menerobos masuk ke jalan besar.

Apes dialami Ngatur Siagian, ketika sepeda motornya masih membentang di tengah jalan, tiba-tiba saja muncul sepeda motor bebek jenis TVS dengan kecepatan tinggi yang datang dari arah Delitua. Melihat sepeda motor tiba-tiba membentang di hadapannya, Deni Tarigan, pengendara TVS tidak bisa mengelak.

Brakk…. Tambrakan pun tak terelakkan. Deni Tarigan yang masih berstatus pelajar ini pun langsung tercampak hingga beberapa meter, karena roda depan sepeda motor TVS yang dikendarainya membentur mesin sepeda motor Astrea Prima yang dikendarai Ngatur Siagian. Akibatnya, Ngatur Siagian juga ikut tercampak.




“Tadi aku lihat kereta TVS itu melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara bapak itu pun tidak menoleh ke kiri dan ke kanan ketika hendak memasuki jalan. Sehingga tabrakan pun terjadi,” ujar sejumlah saksi mata ketika ditemui di lokasi.

Tabrakan antara kedua pengendara sempat membuat warga sekitar kaget. Pasalnya sempat terjadi suara benturan keras.

“Pengendara Mocin itu mengalami patah tulang kaki dan tangan. Korban satunya lagi, selain mengalami luka di sekujur tubuh, dari kupingnya juga keluar darah segar. Mungkin bapak itu mengalami geger otak,” sambung T Ginting (45) salah satu saksi mata.

Warga yang sudah berkerumun kemudian membawa kedua korban ke Puskesmas Biru-biru yang letaknya tidak jauh dari lokasi guna mendapat pertolongan. Namun, karena keduanya mengalami luka cukup parah, oleh warga dibantu kepolisian dari Polsek Biru-biru selanjutnya dibawa ke RSU Sembiring Delitua.

Kasus Lakalantas tersebut kini telah ditangani oleh Unit Laka Polres Deliserdang.

“Sudah ditangani oleh Unit Laka Polres Deliserdang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Biru-biru Iptu J Sagala.










Leave a Reply