IMANUEL SITEPU. MEDAN TUNTUNGAN. Di siang bolong, 2 perampok memakai senjata api beraksi di dalam koperasi simpan pinjam di Kompleks Kejaksaan Jl. Bougonville 2, Kelurahan Tanjung Selamat (Medan Tuntungan) [Kamis 20/4: sekira 10.30 wib]. Meski tidak sempat mengambil barang berharga dari dalam kantor simpan pinjam tersebut, namun dua pegawai  Liorenta beru Berutu (23) dan Lina beru Solin (29) sempat mengalami syok karena diancam ditembak dan dipukuli oleh pelaku.

Menurut penjelasan Liorenta dan Lina saat diwawancarai, kedua pelaku yang mengenakan penutup wajah (sebo) tersebut tiba-tiba masuk ke dalam kantor dengan mengendarai Yamaha Mio Soul warna biru tanpa plat. Kedua pelaku langsung masuk ke dalam kantor.

“Meski kami tahu mereka bukan orang baik-baik, kami masih memberi salam (selamat pagi),” ujar Liorenta.

Akan tetapi, sambungnya, sambil mencabut pistol dari pinggangnya, salah satu pelaku kemudian menempelkanya ke kepala Liorenta beru Berutu sambil mengatakan: “Di mana Lukner bosmu?”

Korban Liorenta dan Lina.

“Aku pun mengatakan tidak tahu,” sambungnya.

Masih kata Liorenta, sementara salah satu pelaku lainnya mendekati temannya Lina beru Solin. Punggung Lina pun kemudian dipukul hingga tersungkur ke lantai.

“Punggungku dipukul dengan tangannya. Sehingga aku terjatuh ke lantai,” sambung Lina.

Begitu Lina terjatuh, pria berperawakan sedang yang diperkirakan berusia 35 tahun itu kemudian mengobrak-abrik isi laci dan lemari. Akan tetapi, ketika kedua pelaku belum menemukan apa yang mereka cari,  tak lama kemudian temanya Lioreta memberanikan diri berteriak rampok, meski senjata api jenis pistol masih menempel di kepalanya.

“Mendengar temanku berteriak, aku pun ikut berteriak. Sehingga teriakan kami membuat kedua pelaku panik. Khawatir warga akan datang, kedua pria itu langsung memegang kerah bajuku. Dan membawa aku ke pelataran parkir sepeda motornya,” beber Lina.

Masih kata Lina, saat pelaku menghidupkan sepeda motornya, dia langsung meronta hinnga terlepas dari cengkeraman pelaku.




“Aku kemudian berlari menyelamatkan diri ke rumah warga. Kedua pelaku langsung tancap gas melarikan diri karena warga sudah berdatangan. Lantaran ketakutan ditangkap warga, sepatu salah satu pelaku jadi tertinggal,” bebernya.

Sementara menurut Rizky Ramadhan (15) warga sekitar, ia juga sempat berlari mendatangi kontor koperasi tersebut usai mendengar ada teriak rampok.

“Tapi begitu aku dan warga lainya tiba, para pelaku keburu kabur menuju Jl. Setia Budi. Kami pun tak berani mengejar karena menurut pegawai koperasi itu, pelakunya bawa pistol,” tuturnya.

Senada juga dibenarkan Tiara (36) warga yang lain.

“Saya melihat karyawan koperasi itu lari dengan nafas ngos-ngosan. Setibanya di dalam rumah saya, ia lqngsung menangis. Katanya dia ketakutan karena ditodong pakai pistol,” sambungnya.

Pak Yusuf, selaku Kepling 10 Kelurahan Simpang Selayang membenarkan kejadian tersebut.

“Ada juga warga yang mengejar. Tapi kehilangan jejak. Menurut warga pelaku keluar dari arah pelaku masuk ke TKP. Makanya tadi langsung saya hubungi Polisi. Kalau Koperasi itu beroperasi paling lama baru 2 bulan,” bilangnya.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna SH Sik MH ketika dikonfirmasi menjelaska pihaknya masih di TKP untuk melakukan penyelidikan.

“Kita belum bisa memastikan kejadian tersebut adalah perampokan. Karena awalnya pelaku mencari pimpinan koperasi. Karena tidak ketemu, maka terjadilah insiden itu,” katanya.









Leave a Reply