Usai kemenangan Anies, kita semua dibuat membelalakkan mata. Kita semua dibuat terkaget-kaget alang kepalang ketika para Taypan, mereka yang disebut-sebut 9 Naga, konglomerat bermata sipit, satu meja dengan Anies dalan acara syukuran. Semua bersukacita. Semua duduk gembira.

Lalu, ingatan saya kembali ke masa-masa kampanye Pilkada DKI 1. Bahkan seorang temen juga menyempatkan diri untuk inbox bahwa di belakang Ahok adalah para Taypan 9 Naga yang akan “mengubur” pribumi DKI, mengusir pribumi dari tanah kelahiran. Yaaa … DKI akan dikuasai WNI keturunan.

Mulai ayat, mayat bahkan kubu Anies dengan jelas mengkampanyekan Jakarta BERSYARIAH. Agama dijual untuk meraih simpati dan mendulang suara.




Baiklah. Mereka telah terbukti menjadi jawara. Mereka menjadi pemenang. Yang masih menjadi ganjalan adalah, tatkala sekarang terbukti di belakang dan di balik layar kemenangan Anies Sandi adalah para Taypan, para 9 naga. Kenapa para tokoh agama yang selama ini bersuara lantang tentang pribuma terdiam?

Ada apa para tokoh agama?

Semua menjadi jelas. Semua menjadi bukti bahwa selama ini untuk menyudutkan Ahok memakai cara-cara keji termasuk dengan cara agama. Agama hanya diperalat. Digadaikan teramat murah!

Juga, ada yg masih begitu jelas bagaimana mereka para tokoh agama menenggarai ada suara abal yang akan terjadi di Pilkada DKI. Akan ada kecurangan. Jika begini, yang mengaku lebih beragama saja ternyata tukang ngibul, berbohong besar hanya untuk menyalurkan syahwatnya supaya jagonya menang, wajar saja jika banyak umat yang semakin linglung dalam kebingungan. Alias hilang nalarnya. Hilang akal sehatnya.

Untuk melampiaskan nafsu memang seringkali manusia menghalalkan segala cara. Boleh berdalih apa saja termasuk ketika ada janda bahenol yang membuat syahwat tidak terkendali.









Leave a Reply