Oooaallaahh, mas, mas ….. Ketika Anis Sandi menang gubernur saja sampeyan seperti orang mendem. Seperti orang mabuk semir sepatu. Bahkan sampeyan bilang kekalahan Ahok adalah kekalahan Jokowi. Lalu, sampeyan bilang legowa …. legowo. Sampeyan ujug-ujug seperti dukun yang kurang menyan.

Sumpah saya malah ketawa kepingkal-pingkal, mas. Saya ketawa gulung-gulung dengan ocehanmu. Kalian seakan-akan seperti orang waras yang belum terlalu waras. Kenapa?

Coba saya tanya sekarang. Apakah sampeyan juga legowo atau bahasa kadalnya MOVE ON dengan terpilihnya Jokowi hingga sekarang? Belum, bukan? Itulah, mas. Ngomong itu gampang. Segampang kentut jika kebanyakan telur asin.




Tapi, meski bagaimanapun juga, kami tetap bisa mengendalikan diri. Kami tetap berusaha menerima kenyataan. Bahwa dalam pertarungan itu ada yang kalah dan ada yang menang. Meski kemenangan itu dengan main sikut dan main seruduk.

Saya bertanya sama sampeyan, jawab dengan jujur, ya ….

Ketika sampeyan dema-demo katanya bela agama, apakah itu murni bela agama? Atau hanya untuk memenangkan paslon tertentu? Boleh saya ketawa? Hhehehehe….

Ketika kalian dikit-dikit bilang boikat boikot pada produk tertentu, apa maksudnya? Karena malu topengmu kebongkar, kan? Boleh saya ketawa lagi  Hohohoho….

Ketika kalian dikit-dikit mengadakan acara Sholat Subuh berjamaah, apakah murni untuk beribadah? Atau karena kemarahan ingin menumbangkan sang petahana? Lalu, sholat itu Nawaitunya apa? Boleh saya ketawa lebih keras? Hihihihi….




Lalu, ketika kalian menakut-nakuti mayat, apakah betul itu murni karena ukuwah? Tidak, bukan? Tujuannya kan juga demi menakut-nakuti agar orang-orang milih Paslonmu, bukan? Ini saya ketawa guling-guling, mas…

Jadi, gini mas. Coba tulis satu saja cara kubu Ahok atau kubu Jokowi saat Pilpres memakai cara-cara kalian. Ada? Tolong kalau ada ucapkan biar ketawa saya berhenti.

Bicara legowo itu gampang. Apakah sampeyan juga sudah legowo dengan Jokowi?


Leave a Reply