JANNER SIMARMATA. AMBARITA. Musyawarah Besar (Mubes) Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia pertama dilaksanakan di Hotel Rogate Beach, Unjur Ambarita, Kabupaten Samosir [Minggu 23/4]. Acara dimulai dengan Kebaktian Minggu bersama dengan pengkhotbah Pdt. Hertha E. Manik SPd yang diambil dari 1 Korintus 1 : 10. Dalam khotbahnya, Pdt. Hertha mengatakan bahwa Tuhan meminta kepada kita agar satu hati, satu pikiran untuk memuji namaNya melalui punguan ini.


“Kita harus bangga menjadi marga Manik dan boru Manik dan diharapkan dengan kehadiran Punguan Manik Raja ini dapat dirasakan marga Manik dan masyarakat sekitar dan jangan ada lagi pengkotak-kotakan dalam punguan ini,” katanya.

Mubes pertama ini dibuka oleh Ketua Umum Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia, Brigjend (TNI) Deliaman Thoni Manik SIP MSi didampingi para penasehat dan natua-tua punguan.




Dalam sambutannya, Ketua Umum menyampaikan bahwa kita yang datang di Mubes ini dengan satu tekad, hati, pikiran agar marga Manik Raja/ Damanik Raja dan boruna semakin bersatu dan semakin maju ke depan. Kita satu keturunan Op. Manik Raja yang baik, hebat dan rukun, sesuai visi dari punguan yaitu membangun dan meningkatkan persaudaraan yang solid, sumber daya manusia berbasis budaya batak dan rasa cinta tanah air.

“Kita harus satu pemahaman terhadap hal–hal prinsip tentang Op. Manik Raja dan semoga Mubes ini menghasilkan keputusan bersama yang dapat dirasakan oleh semua turunan Manik Raja dimanapun berada,” tegasnya.

Beberapa kegiatan dalam Mubes Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia adalah Sidang Pleno I terdiri dari pengesahan agenda Mubes, pembahasan dan pengesahan tata tertib sidang, pemilihan dan pengesahan pimpinan sidang tetap.

Sidang Pleno II, pembagian anggota komisi dan pemilihan pimpinan sidang komisi, sidang komisi-komisi. Selanjutnya, sidang pleno III, penyampaian, pembahasan, penetapan dan pengesahan hasil komisi.




Mubes dipimpin oleh Drs. Rusman Manik, M.Sc, Said Damanik, SH., MH, Asen Gulden Manik, SH, Salmon Manik, Arles Manik, Bister Manik, dan Edward Manik dan ini sesuai hasil pleno pertama.

Mubes dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, Papua, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bandung, Lampung, Jambi, Pekanbaru, Labuhan Batu, Sibolga, Siantar Simalungun, Dairi, Karo, Sergei, Medan, dan Samosir.

Puncak acara, dilakukan pelantikan pengurus DPP Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia dan Kordinator Wilayah (Korwil) oleh Penasehat dan natua-tua.


1 COMMENT

  1. Penghargaan terhadap kultur dan budaya sendiri, bagi tiap suku dan bagi tiap nation bangsa-bangsa dunia sekarang ini adalah dasar bagi tiap nation dalam menghadapi kontradiksi pokok dunia abad 21 yaitu perjuangan antara kepentingan nasional kontra kepentingan internasional neolib greed and power.
    Bagi RI prinsipnya yang sudah terkenal ialah saling mengakui, saling menghargai dan saling menghormati sesama semua suku/kultur dan daerahnya yang sangat banyak ragamnya itu. Itulah politik Bhinneka Tunggal Ika.
    MUG

Leave a Reply