IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Dua pelaku curanmor tewas akibat dihakimi massa. Mereka adalah Denny Delmoran (24) warga JL. Pintu Air Gg. Saudara, No 8, Kelurahan Sitirejo (Medan Kota) bersama rekannya Iwan (27) warga yang sama. Selain mengalami luka memar di sekujur tubuh, bagian wajah serta batok kepala kedua maling sial ini juga telah lembek akibat dipukuli dengan menggunakan benda tumpul seperti batu dan kayu serta luka akibat dibacok dengan senjata tajam [Minggu 23/4: sekira 12.00 wib].

Informasi diperoleh Sora Sirulo di lapangan, kedua pelaku tertangkap tangan oleh warga hendak mencuri kereta Yamaha Scorpio z milik Darta Tarigan (41) warga Dusun Namo Serit, Desa Namo Suro Baru (Kecamatan Biru-biru). Saat itu, korban Darta Tarigan dikabarkan sedang mengikuti Kebaktian Minggu di Gereja GJAI yang terletak di Jl. Besar Parumbak Talun Kenas, atau tepatnya di Dusun 1, Desa Namo Suro Baru.




Melihat target, sepeda motor banyak terparkir di depan Gereja, kedua pelaku yang datang dari arah Patumbak mengendarai Honda Vario BK 5174 AAN langsung membelokan motornya masuk ke halaman Gereja. Selanjutnya, salah satu pelaku lalu mengendarai Yamaha Scorpio milik korban Darta Tarigan sembari mengeluarkan kunci leter T, yang telah dipersiapkan dari dalam tas sandang warna hitam.

Sial dialami kedua maling ini, ketika sedang mempreteli sepeda motor milik korban, aksinya terlihat oleh saksi, Bejeng Sembiring, seorang warga yang memiki tempat tinggal berseberangan dengan Gereja. Curiga dengan gerak-gerik kedua pelaku, Bejeng Sembiring langsung menghampiri.

“Kebetulan tadi aku duduk di teras rumahku yang persis berada di depan Gereja. Ketika itu aku melihat pelaku masuk ke halaman Gereja. Selanjutnya mereka menunggang salah satu kereta milik jemaat,” ujar Sembiring.

Lanjut dikatakan, usai menoleh ke kanan dan ke kiri, pelaku kemudian mengeluarkan kunci T dari tas kecil dan kemudian mengotak atik kereta milik jemaat tersebut. Curiga dengan gerak gerik pelaku, saya langsung mengampiri. Yakin kalau kedua pelaku bukan pemilik sepeda motor yang ditungganginya, Bejeng langsung menghardiknya.

Seketekita kedua pelaku menjadi gugup dan mencoba melarikan diri. Mengetahui keduanya hendak kabur, Bejeng langsung berteriak maling hingga mengundang perhatian jemaat yang sedang mengikuti kebaktian di dalam Gereja. Dengan spontan, jemaat langsung berhamburan keluar mengejar pelaku. Berkat bantuan warga sekitar, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Begitu keduanya tertangkap, ratusan warga yang telah mengerumuni lokasi dimana kedua pelaku tertangkap, langsung menghakiminya dengan menggunakan batu, kayu dan kelewang secara membabibuta. Meski telah dalam kondisi sekarat, beberapa warga yang berang melihat perbuatan kedua pelaku justru berniat untuk membakarnya hidup-hidup. Untung saja petugas kepolisian dari sektor Biru-biru cepat datang ke lokasi lalu menenangkan aksi brutal warga.

Dengan menggunakan mobil milik seorang anggota Polisi, kedua maling ini kemudian dibawa ke Puskesmas Biru-biru untuk mendapatkan pertolongan. Namun karena kondisi kedua pelaku curanmor ini cukup parah, sehingga pihak Puskesmas menyarankan agar dirujuk ke RSU Sembiring Delitua.

“Udah Camat nya itu (Maksudnya calon mati). Nafasnya sudah tak beraturan. Matanya sudah bengkak. Seluruh kepalanya juga penuh luka akibat dihujani pukulan” ujar sejumlah warga di lokasi melihat wajah pelaku yang nyaris tidak dikenali lagi.




Kapolsek Biru-biru melalui Kanit Reskrim Iptu J Sagala ketika dikonfirmsi membenarkan kejadian tersebut.

“Kedua terduga pelaku Curanmor sudah kita bawa ke RSU Sembiring Delitua. Barang bukti berupa satu kunci leter T, serta kereta Honda Vario warna Hitam milik pelaku sudah kita amankan. Saat kita lakukan pemeriksaan, dari dalam bagasi kereta milik pelaku turut kita amankan satu ams narkotika jenis ganja yang disimpan dalam bungkus rokok, juga turut kita amankan sebagai barang bukti tambahan,” tuturnya.


Leave a Reply