Sangat jelas. Kemenangan Anies adalah karena issue agama. Bukan karena berbicara prestasi. Bukan karena visi atau misi. Dan bukan karena berkomitmen memberangus pencoleng atau begal berdasi.

Himbauan agar memilih Anies juga diserukan karena oleh satu keyakinan. Karena sama-sama seagama. Tidak ada lagi selain itu.

Lalu apakah seorang Anies akan memikul amanah dengan simbol agama yang luar biasa berat tersebut? Apakah Anies bisa menjadi pemersatu bagi seluruh warga DKI yang majemuk dengan membuktikan kinerjanya?




Jika bisa membuktikan ekspetasi dengan kinerjanya lebih baik ketimbang Ahok, tentu seorang Anies akan menjadi superhero. Jika seorang Anies bisa mengelola APBD daerah yang nota bene uang rakyat, tentu nama Anies akan terang benderang. Namanya berkibar-kibar dan gegap gempita.

Namun, apakah bisa? Ini yang diragukan banyak orang. Ini yang disangsikan. Karena, tentu saja dengan janji-janji manis. Mulai tingkat RW juga Ormas-ormas akan dapat jatah upeti. Akan disuapi kembali. Akan mendapatkan incrit yang, ketika Jaman Ahok, disetop. Ini yang pertama.

Tentu seorang Anies juga akan dibelenggu oleh DPRD. Tentu Anies tidak akan bisa segalak Ahok ketika diajak kong kali kong untuk nilep duit negara. Duit Negara akan menjadi MUSPRO. Akan hilang dimakan hantu, setan dan dedemit. Karena perangkap janji-janjinya sendiri dengan dibagi-bagi tersebut.

Jika prediksi ini betul, lalu apakah bisa seorang Anies membawa harum umat muslim yang selalu mengedepankan Aklakul Kharimah? Atau malah terpuruk?









Leave a Reply