JHON ROCKY PINEM. KABANJAHE. Berita heboh terciptanya sebuah danau di lereng Gunung Sinabung menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Karo hingga ke luar Tanah Karo. Danau tersebut berada tepat di bawah Desa Simacem yang telah tertimbun material abu dan batu Gunung Sinabung.

Menurut sejumlah informasi dari masyarakat , Danau tersebut tercipta akibat adanya penumpukan material batu maupun kayu di aliran sungai yang telah kering akibat semburan awan panas Sinabung. Akibatnya, mata air dan hujan tidak bisa mengalir dengan lancar dan terciptalah genangan air hingga menyerupai sebuah danau seluas 1 Ha lebih. Kedalaman danau mencapai 10 meter lebih.

Danau ini berada tepat di jalur lintasan awan panas sehingga area tersebut sangat berbahaya bagi manusia. Meski mengetahuinya, orang-orang sepertinya tidak peduli bahaya awn panas ini.




Ini dapat kita lihat dengan beredarnya banyak foto wisatawan lokal atau “pejantan tangguh” yang asyik berselfieria bahkan nekat berenang di Danau Maut Sinabung itu. Foto-foto bahkan sempat menjadi viral di Dunia Maya akhir-akhir ini.

Pihak BPBD Kabupaten Karo dan instansi terkait bahkan telah sempat memagar jalur masuk ke Danau Maut ini. Namun, karena kenekatan para “Pejantan Tangguh” ini, penghalang ini pun dirusak dan mereka mencari jalan alternatif agar tetap bisa memasuki Zona Merah Sinabung.

Mereka tidak pernah sadar bahwa maut selalu menanti kehadiran mereka di kawasan tersebut. “Pejantan Tangguh” ini tidak pernah peduli akan keselamatan jiwanya demi dapat mengabadikan foto mereka dengan Danau Maut Sinabungi

Seorang warga ketika ditanya oleh Sora Sirulo mengatakan, kawasan ini setiap hari dimasuki oleh orang-orang nekat melalui jalur-jalur tikus yang sulit dipantau oleh pihak berwenang.

“Mudah-mudahan mereka tidak sempat jadi korban keganasan awan panas Sinabung,” ujarnya.









Leave a Reply