IMANUEL SITEPU. DELITUA. Apes nian nasib Nurlina beru Keliat (33) warga Jl. Ardagusema Kelurahan Delitua Timur (Kecamatan Delitua). Saat ibu 2 anak ini menagih uangnya sebesar Rp 1,8 juta yang dipinjam Firdaus Perangin-angin (33) warga yang sama, korban malah dihajar oleh Firdaus dan istrinya Kamelia beru Tarigan (27).

Cerita korban Nurlina beru Keliat saat ditemui di Polsek Delitua, kejadian penganiayaan disertai pengeroyokan yang dialaminya terjadi [Rabu 26/4: sekitar 08.00 wib]. Ketika itu, korban mendatangi rumah tetangganya tersebut hendak menagih uangnya yang dipinjam pelaku.

“8 bulan lalu, Pasutri itu datang ke rumah saya lalu meminjam uang sebesar Rp 1.8 juta untuk memperpanjang sewa kontrak rumahnya yang masa ontraknya sudah mau habis,” ujar korban.




Karena kasihan, korban pun memberikan uangnya dipinjam oleh pelaku. Namun, meski batas waktu pengembalian telah tiba, Pasutri tersebut tidak kunjung mengembalikan uang milik korban.

“Setiap saya tagih, mereka selalu bilang belum ada duit. Padahal dia sudah beli emas dan sering ditunjukkannya uangnya sama aku,” beber ibu 2 anak ini.

Lanjutnya, karena sudah berkali-kali ditagih tetapi tidak ada niat pelaku membayar, korban pun menjadi stres dan selalu dimarahi suaminya. Karena sering dimarahi, korban pun berusaha menemui pelaku, agar dibicarakan secara baik-baik. Begitu korban melihat pelaku keluar dari rumah kontrakannya, korban pun langsung menemuinya.

“Saat saya tagih utangnya, Firdaus langsung marah, dan katanya dia tidak mau membayar utangnya itu. Saat itu juga istrinya menunjukan uangnya kepada saya tanda dia tidak mau membayar utangnya,” bebernya.

Karena dibilang pelaku tidak mau membayar utang, korban pun langsung balik marah. Di saat korban marah, pelaku Firdaus langsung meninju muka korban dan Kamelia istri pelaku langsung menjambak rambut korban. Saat korban terjatuh, kedua Pasutri itu langsung menghajar korban hingga pingsan.

“Habis aku dihajar Pasutri itu, padahal uangku yang kutagih sama dia. Memang Firdaus itu sudah pernah ditangkap Polsek Biru-biru karena mencuri laptop. Dia baru keluar dari penjara,” beber korban.




Sementara menurut D Beru Sembiring (33) warga sekitar, pelaku memang tidak ada niat bayar utang, padahal uangnya banyak. Maka itu korban, seperti serba salah karena uangnya dipakai pelaku. Pelaku seperti patentengan selalu di lokasi kita, karena dia mantan Napi.

“Saya sangat kasihan pada korban. Kalau uang itu tidak dibalikkan pelaku, korban sering dimarahi suaminya. Akibat ulah pelaku, muka dan sekujur tubuh korban lembam-lembam,” ujarnya.

Menurut Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna, polisi sudah menerima laporan korban dan segera menindaklanjutinya.


Leave a Reply