IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Badai Tsunami sepertinya tengah menerpa rumah tangga Nurfina Boru Nasution (35), warga Perumahan Xenia Blok F.04 Dusun Asih, Desa Sidorejo (Kecamatan Namorambe). Sudah suaminya Menam Sitepu (57) direbut perempuan lain, kini ia harus pula mengalami penyiksaan dari Ani, yang tidak lain tidak bukan adalah perempuan merebut suaminya.

Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polsek Namorambe sesuai dengan Nomor STPL: 55/ IV/ 2017/ SPKT tertanggal 26 April 2017.

Ditemui oleh Sora Sirulo [Kamis 27/4: Siang], Boru Nasution menjelaskan, akibat perbuatan pelaku dirinya kini menderita luka goresan di bagian tangan kiri, luka pada bahu kanan, luka pada kaki kiri serta luka lembam di bagian kepala dan paha.

“Yang paling sedih lagi, saya dipukuli di dalam rumahku sendiri,” sebutnya.

Dijelaskanya, Ani sebenarnya sudah berulangkali menabur ancaman kepada korban bahkan kepada keluarga dan anak korban.

“Pun demikian, saya masih mencoba bersabar untuk tidak menanggapi semua perbuatan terlapor. Namun, karena pelaku datang ke rumah serta melakukan penganiyaan dan perusakan, akhirnya saya melaporkan perbuatan itu ke polisi,” sambungnya.

Ani pelaku penganiayaan

Menurut Boru Nasution, penganiyaan itu berawal ketika Ani datang bersama seorang temannya dengan mengendarai sepeda motor menuju rumahnya dan langsung mengetuk pintu dengan kuat sehinga sempat mengundang perhatian warga sekitar. Mendengar adanya ketukan pintu itu, Boru Nasution langsung menyarankan suaminya Menam Sitepu untuk membuka pintu rumah. Nantinya, terdengar suara Ani marah-marah.

Ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, korban langsung keluar dari kamar mandi kebetulan saat itu sedang mencuci pakian. Tapi, saat korban bertanya, siapa dirimu dan kenapa datang lalu marah-marah, dengan secara refleks pelaku langsung memukul wajah korban dengan mengunakan helm. Bukan sampai di situ saja, pelaku juga melakukan perusakan seluruh foto-foto yang terpasang di dingding rumah korban sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

“Sudah lama kamu tidak datang ke rumah, Menam Sitepu, ternyata kamu tidur serumah dengan perempuan lonte ini,” begitulah kata-kata yang keluar dari mulut Ani menurut Boru Nasution menirukan ucapan Ani yang merupakan istri muda suaminya.

Merasa heran dengan ucapan Ani, korban langsung bertanya kepada suaminya, siapa perempuan itu.

“Lantaran saya tanya kepada suami saya, Menam Sitepu, suami saya lalu menjawab tidak mengenal perempuan itu,” kata Bornas.

Begitu mendengar penjelasan suami saya, saya lalu menyarankan agar Ani keluar dari rumahku.Tidak terima dikeluarkan dari rumah, pelaku kembali memukuli korban. Namun anehnya, walaupun penganiyaan yang dilakukan pelaku terhadapan korban di hadapan suaminya, Menam Sitepu, yang memiliki nama julukan ‘Dokter Siraja Dadu’ ini tidak dapat berbuat banyak meski istrinya dipukuli.




“Saya lihat sendiri korban dipukuli pelaku di hadapan suaminya. Tapi suaminya hanya diam,” sambung Nurdefiana beru Sembiring salah sartu saksi mata [Kamis 27/4].

Masih kata beru Sembiring, setelah puas pelaku melakukan penganiyaan dan pengerusakan, warga lalu datang berduyun-duyun. Tapi Menam Sitepu langsung membawa pelaku Ani kabur dengan mengunakan mobil Avanza BK 918 HS.

“Teman pelaku yang sebelumnya mengantarkan Ani, mengikuti dari belakang dengan kereta,” tambahnya.

Foto header: Korban Nurfina br Nasution









Leave a Reply