NELSON GINTING. Tim gabungan Pemko Medan kembali melanjutkan penertiban pedagang kaki lima (PK5) di Jl. Sutomo dan sekitarnya [Rabu 26/4]. Dalam penertiban yang dimulai usai subuh ini, tim gabungan mengamankan 3 unit mobil pick-up yang digunakan untuk membawa sayuran dan buah sekaligus menjajakannya kepada pembeli.

Dari 3 pick-up yang ditertibkan itu, 2 unit berisi buah dan tahu, sedangkan 1 unit lagi kosong karena sayuran dan buahnya sudah keburu laku. Selanjutnya, ketiga unit pick-up itu dibawa dan ditempatkan di halaman Gelanggang Remaja, persis bersebelahan dengan Markas Satpol PP di Jl. Adinegoro, Medan.

Seperti biasa, penertiban dilakukan usai apel sekitar Pukul 05.30 WIB dan dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan. Sebagian tim ditugaskan menjaga seluruh pintu masuk menuju kawasan yang selama ini dipergunakan para pedagang untuk melakukan transaksi jual beli, sedangkan sebagian lagi mobile untuk memantau apakah ada PK5 yang menggelar lapak.




Meski demikian masih ada juga sejumlah pedagang yang berhasil memasuki kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya dengan menggunakan pick-up untuk menjajakan dagangannya. Namun kenekatan para pedagang tersebut berujung dengan penyitaan tiga unit pick-up.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang ikut dalam tim gabungan menilang ketiga pick-up. Pasalnya, ketiga supir pick-up yang tengah parkir itu tak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraannya. Meski sempat bersikukuh, namun ketiga supir akhirnya pasrah ketika mobil mereka ditilang.

Selanjutnya 2 pick-up yang berisi nenas dan tahu, dipindahkan tim gabungan dalam truk milik Satpol PP. Setelah kosong, ketiga pick-up pun diamankan menuju Markas Satpol PP.

“Dengan penilangan yang dilakukan tim gabungan melalui Dishub Kota Medan ini, kita harapkan dapat membuat efek jera bagi para pedagang yang sampai saat ini masih bersikukuh berjualan di seputaran Jl. Sutomo dan sekitarnya,” kata Sofyan.

Selanjutnya mantan Camat Medan Area ini menegaskan, penertiban akan terus dilakukan sampai Jalan Sutomo dan sekitarnya benar-benar bersih dari PK5. Sebab, kawasan tersebut bukan tempat untuk melakukan transaksi jual beli sayuran maupun buah. Dikatakannya, setelah penertiban dilakukan akan dilanjutkan dengan penataan yang dilakukan SKPD terkait, guna mengembalikan fungsi Jalan Sutomo dan sekitarnya sebagai fasilitas umum.

Usai mengamankan 3 unit pick-up tersebut, tim gabungan selanjutnya menyisiri kawasan jalan Sutomo dan sekitarnya untuk memastikan tidak ada lagi PK5 yang menggelar lapak. Jika menemukan masih ada para pedagang yang bertahan, tim gabungan pun dengan pendekatan persuasif meminta mereka untuk meninggalkan lokasi.

Untuk menghentikan seluruh aktifitas jual beli, tim gabungan pun bertahan di lokasi sampai pukul 12.00 WIB. Upaya ini ternyata sangat efektif, sebab tak ada PK5 yang terlihat berani menggelar lapak. Sebab, mereka takut rugi karena barang dagangannya langsung disita tim gabungan.









Leave a Reply