Dog.. dog.. Dog.. palu diketuk 3 kali oleh Fahri. Kenapa 3a kali? Ya, maklumlah. Itu angka sakti Anis Sandi. Maka, meski dari beberapa partai walk out, namun karena palu sudah dipukul-pukulkan, Hak Angket akhirnya syah. Kinerja dan isi dalamnya juga boleh dibongkar oleh yang mulia wakil rakyat.

Lalu, urgensinya apa ketika kasus E KTP menyeruak dan tiba-tiba DPR getol ingin membongkar isi dalamnya KPK?

Yang jelas, dengan kaburnya tersangka Si Miryam, hilang tidak tentu rimbanya bak ditelan bumi, tentu kesempatan emas agar sesegera mungkin kebijakan KPK di “uthik- uthik” dulu. Direnovasi dulu sesuai selera mereka.

Lalu, kenapa DPR begitu ndableg, gak mau dengar suara suara rakyat? Ya, iyalah ..
Modal utama jadi DPR, selain harus punya duit untuk kampanye, modal utama yang ndableg. Bebal. Muka tembok alias kemaluannya dibesarkan dikit. Kemaluan, sodara- sodara …

Coba banyangkan, jika kasus korupsi E KTP tersebut terbongkar, bahkan Setya Novanto saja sudah dicekal, tidak urung banyak anggota DPR akan dirangket. Akan dijebloskan di balik kerangkeng. Tentu tidur sendiri kan tidak asyik. Tentu memakai rompi oranye jelas seperti memakai kain rombeng.

Jadi jurus yang paling ampuh adalah HAK ANGKET. Toh itu Hallal. Toh itu diperbolehkan Undang Undang.

Hak angket musti segera dilaksakan ketimbang kepentingan besar buat Negri ini yang perang terhadap koruptor.

Yang jadi soal adalah, apakah mungkin maling menangkap maling? Mungkin sih, cuman ditempat sepi akan bilang gini..

BAGI, DONG……..

Itulah kenapa DPR gigih dengan Hak Angket, Sodara-sodara ….









Leave a Reply