Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

 

Tantangan hidup yang terjadi di sekitar kita, sering tanpa sadar mempengaruhi dan membentuk kehidupan rohani kita. Apa yang terlihat oleh mata kita, terdengar oleh telinga kita, menyita begitu banyak perhatian, sehingga energi kita habis hanya untuk berkutat memikirkan masalah yang tidak ada habisnya.

Sebagian orang memutuskan untuk menghadapi tantangan itu meski tidak tahu tujuan akhirnya. Sebagian lagi memilih untuk menyerah, frustasi, marah, kecewa dan masih banyak lagi reaksi negatif lainnya.




Kita mungkin pernah mengalami situasi seperti itu. Kita lelah dengan pergumulan yang bertubi-tubi menggempur hidup kita. Mungkin karena ekonomi yang mulai terpuruk, keluarga yang tidak lagi harmonis atau sakit penyakit yang menggerogoti tubuh.

Alkitab mengingatkan kita agar menghadapi kehidupan ini dengan pendekatan iman, bukan dengan kalkulasi matematis. Iman kekristenan mengandung unsur harapan dan bukti akan segala sesuatu yang tidak terlihat oleh mata kita. Pandangan mata seringkali menipu dan membuat kita lupa akan kuasa Allah yang besar. Padahal, yang dilihat tidak seperti yang tampak. Mulailah belajar melihat dengan kacamata iman, maka kita akan dibawa kepada kebenaran yang sejati.




Gunakan iman kita, maka kuasa-Nya akan nyata dalam hidup kita!

Tetap semangat. Terimakasih sahabat-sahabatkku, saudaraku, tidak cukup waktu tuk kusapa satu per satu tuk mengucapkan terimakasih atas doa-doa kalian di hari Ultahku. Satu rangkaian kalimat doa yang kupinta pada TUHAN “biarlah berkat-berkat Tuhan tercurah bagi kita semua”. Amin.

Salam kasihku buat kalian juga semuanya… semuanya.

Foto header: Penulis di Keukenhof (Nederland)


Leave a Reply