BASTANTA P. SEMBIRING. TANJUNG BOJO (JAMBI). “Berhati-hatilah jika melewati Jalan Lintas Timur Sumatera Jambi – Riau!” Mungkin itu kalimat yang tepat untuk mengingatkan para pembaca yang memiliki rencana hendak melewati jalur ini. Pasalnya, walau secara keseluruhan badan jalan di sepanjang Lintas Timur yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Riau ini dapat dikatakan dalam kategori baik, namun tidak jarang juga dapat kita temui lubang-lubang di badan jalan yang cukup mengganggu. Bahkan sangat berbahaya bagi kendaraan.

Sebagaimana pantauan Sora Sirulo di lapangan kemarin [Minggu 30/4], sebagain besar lubang berada di tikungan atau juga di pinggir jembatan. Walau kebanyakan tidak begitu lebar (rata-rata ± 1 m x 50 cm), namun cukup dalam, sehingga sangat tidak nyaman, cukup merepotkan dan membahayakan dalam berkendaraan.

Selain itu, satu hal yang sangat perlu diwaspadai adalah landasan di atas jembatan yang berlubang, seperti pada jembatan di sekitar kilometer 154 di Kecamatan Batang Asam (Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi) yang menghubungkan Tanjung Bojo dengan Kampung Baru. 30% dari landasan jembatan ini sudah berlubang dan hanya ditutupi dengan lempengan logam agar dapat dilalui kendaraan.

Konisi ini sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki, mengigat padatnya kendaran yang melintas yang didominasi bus dan truk dengan ukuran besar, serta tingginya curah hujan yang belakangan ini sering terjadi. Maka jembatan ini sangat berpotensi ambruk jka tidak segera diperbaiki.

Hingga berita ini kami sampaikan ke redaksi Sora Sirulo, belum ada tanda-tanda segera akan diperbaiki, karena belum tampak material untuk mendukung perbaikan ini, walau tanda-tanda pembatas dan himbauan sudah dipasang di lokasi.

Kita berharap pihak terkait segera merealisasikan perbaikan, mengingat jika jembatan ini sampai ambruk, maka akan memutuskan akses utama penghubung antara Jambi dari arah kota dengan wilayah Jambi dari arah Riau.









Leave a Reply