IMANUEL SITEPU. DELITUA. Sungguh malang nasib yang dialami oleh Fitri (26), ibu muda asal Aceh Tenggara ini. Saat ia harus berjuang melawan penyakit jantung yang diidapnya, yang harusnya menjadi perhatian sang suami, ini malah pukulan yang diterimanya dari Syahrizal suaminya hingga babak belur.

Merasa diperlakukan tidak adil, akhirnya ibu anak satu ini pun memilih melaporkan suaminya yang diketahui seorang toke kemiri tersebut ke Polsek Delitua [Senin 1/5: sekira 11.30 wib] sebagai kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Menurut keterangan Fitri saat ditemui ketika membuat laporan di Mapolsek Delitua, penganiayaan yang dialaminya dilakukan oleh suaminya di salah satu kamar Hotel Intan, yang terletak di Jl. Jamin Ginting, Kelurahan Mangga (Medan Tuntungan) [Senin 1/5: sekira 08.00 wib].

“Rencananya saya mau operasi jantung besok di RSU H. Adam Malik. Sebelum menjalani operasi, saya pun memilih menginap di Hotel Intan,” ujar ibu bertubuh mungil ini.

Lebih lanjut Fitri menjelaskan, motif percekcokan antara ia dan suaminya Syahrizal lantaran sang suami tidak pernah peduli dengan penyakit jantung yang dideritanya.

“Meski tau saya punya penyakit jantung, suami saya itu tidak pernah mempedulikan saya. Dia terus sibuk mengurus bisnisnya” sambungnya.

Untuk penyembuhan penyakit pembengkakan jantung yang dideritanya harus dilakukan dengan operasi, dan untuk itu, fasilitas medis di tempat asalnya tidak memadai, sehingga dia pun dirujuk ke Mendan, jelas Fitri.

“Karena peralatan di rumah sakit di Aceh belum memadai. Makanya saya dirujuk ke RSU H Adam Malik,” jelasnya.




Walau sang suami tidak mau mendampingi, Fitri mengaku memberanikan diri pergi ke Medan, meski hanya bersama putri semata wayangnya. Setibanya di Medan, korban langsung menuju RSU H. Adam Malik. Usai dilakukan pemeriksaan medis, dokter lantas menyarankan agar dilakukan operasi pada esoknya. Untuk menunggu hari esok, Fitri pun memilih menginap di hotel bersama anaknya.

Lantaran mengetahui suaminya juga sedang berada di Medan mengantarkan buah kemiri. Fitri pun lalu menelepon suaminya agar datang ke Hotel Intan Padang Bulan.

Akan tetapi, kehadiran Syahrizal di hotel bukan menambah semangat bagi Fitri untuk menjalani operasi, malah terkesan cuek terhadap beban derita perempuan yang telah memberinya satu anak itu.

“Setibanya suami saya di hotel, dia cuek saja, tidak mau tau penderitaan saya. Waktu saya cerita tentang penyakit saya, suami saya malah asik mengotakatik hapenya, tanpa menghiraukan ucapan saya,” tuturnya lagi.

Melihat kelakuan Syahrizal, ibu muda ini berang. Fitri pun langsung merampas hape suaminya, sembari meminta kepada Syahrizal agar menceraikan dirinya. Ternyata, Syahrizal langsung naik pitam. Dengan gerak refleks, Syahrizal langsung memukul wajah Fitri dengan kuat, hingga membuat korban tersungkur ke lantai kamar hotel.

Tidak hanya sampai di situ, meski mengetahui Fitri bakalan menjalani operasi jantung dan saat itu telah terjatuh ke lantai, Syahrizal terus memukuli kepala Fitri tanpa belas kasihan. Puas memukuli, Syahrizal lalu pergi meninggalkannya. Akan tetapi, Fitri yang tidak terima dirinya dianiaya, memilih mendatangi Polsek Delitua guna membuat laporan.

“Saya pun tidak tau suami saya dapat SMS dari mana. Apakah dari rekan bisnisnya atau selingkuhannya. Karena saya pernah mengetahui suami saya itu juga tukang selingkuh. Tapi saya memang emosi lalu merampas hape yang ada di tangannya karena ucapan saya tidak didengar,” bebernya.

Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban untuk ditindaklanjuti.





Leave a Reply