Bertepatan menjelang May Day. Patung Pak Jokowi sudah berdiri tegak diantara patung-patung para tokoh diseantero jagad raya. Dengan senyum yang khas, dengan baju kebesarannya, baju putih celana hitam.

Ya, Pak Jokowi yang konon kata pembencinya “Plonga Plongo”. Yang pernah disindir oleh Fachri “ORA ISO OPO-OPO”, bahkan pernah si Fadli keceplosan ngomong mengatakan “SINTING”. Ternyata di luar sono, seorang Jokowi adalah world leader. Pemimpin Dunia dari bangsa yang namanya Indonesia disetarakan dan disejajarkan dengan pemimpin – pemimpin atau tokoh-tokoh lainnya. Lalu, apa alasannya Museum Tussauds membuat patung lilin Pak Jokowi?




Tentu pihak museum membuat patung lilin tidak karena simpatisan. Tidak juga mereka kaum kecebong. Tidak juga mereka pro Jokowi. Tidak juga karena nasi bungkus.

Atau karena Museum Madame Tussauds plonga plongo? ini harus dicari tahu.

Untuk menentukan seorang tokoh dibuat patung lilin, konon melalui kajian yang mendalam. Melalui proses jajak pendapat. Dalam jajak pendapat tersebut, Pak Jokowi ternyata lebih unggul ketimbang Mr. Trump atau Mrs. Hillary. Mosok Hiyo?

Ya, Hiyalah. Jajak pendapat tersebut disebar ke seluruh dunia. Mulai profesional bertaraf internasional, tokoh dunia, dan intelektual di seluruh Uuiversitas ternama. Bukan ke Markas FPI, bukan juga ke Fadli atau ke Fahri. Kalau ke mereka mah jelas akan menunjuk Ahmad Dani atau Si Rissik. Apa gak remuk?

Nah, di Museum tersebut, tokoh dari negeri ini yang dibuat patungnya baru 3 orang. Baru Bpk Soekarno, penyanyi Asia terlaris di dunia Anggun C. Sasmi dan Pak Jokowi. Baru itu. Kenapa Pak Rissik tidak dibuat patung lilin, ya? Padahal kan bisa mendatangkan umat 7 juta nggruduk Jakarta? Untung tidak 7 juta keledai, ya? ini saya tidak ngerti, sodara.

Apakah masuk akal jika buruh marah membakar karangan bunga gara-gara patung lilin Pak Jokowi di museum tersebut? Kan kepala suku buruh juga berseberangan dengan Jokowi? Hussss… Sampeyan ngawur…






Leave a Reply