Dalam membubarkan HTI, “lebih dulu menempuh langkah persuasif baru langkah hukum,” kata Yusril. Ada betulnya juga, karena ini bisa membentangkan persoalan di depan publik yang luas, dan rakyat banyak mengetahui seluk beluknya dan soal benar tidaknya ideologi HTI. Tetapi dari segi lain, apa yang sangat perlu dipaparkan untuk semua publik ialah bahwa gerakan pecah belah oleh gerakan radikal dunia diprakarsai oleh neolib internasional.




Tak bedanya dengan gerakan radikal khilafah ISIS. Dengan dasar pengetahuan yang meluas di kalangan publik soal tujuan dari pemrakarsa gerakan radikal, dan setelah semua jadi terbuka, dipahami oleh seluruh rakyat, gerakan ini tidak ada lagi tempatnya bersembunyi dan pasti hilang. Ketertutupan dan ketidakpengetahuanlah yang bikin gerakan ini dan pemrakarsanya masih bisa jalan.

Bahwa ISIS didirikan oleh Obama-Clinton, berapa orang yang tahu?

Bahwa Obama dan semua presiden AS setelah era Andrew Jackson telah dimiliki oleh ‘finance element of the large centers‘, berapa orang yang tahu? Bahwa pertarungan antara Clinton dan Trump dalam Pilpres lalu adalah pertarungan antara neoliberalisme kontra nasionalisme, berapa orang yang tahu? Bahwa kebangkitan nasionlisme seluruh dunia adalah perubahan jaman, sebagai antipode dari internasionalisme neolib siapa tahu? Bahwa terorisme adalah ‘made in USA’ dengan tujuan global hegemony neolib berapa orang yang sudah tahu?

Why nationalism beats neoliberalism? berapa orang yang sudah tahu? Dan, bahwa Obama was the last gasp of neoliberalism . . . siapa yang sudah ngerti? Bahwa tujuan akhir semua perpecahan yang dibuat neolib itu adalah duit, duit, duit . . .  bagaimana menjelaskannya?

Bahwa perpecahan dan perang adalah pengalihan isu untuk menjarah SDA seperti teror 3 juta 1965 dan teror ISIS di Syria-Irak, berapa orang yang tahu?!

Inilah semua kegelapan yang masih perlu dicerahkan, termasuk bagi Pak Yusril sendiri. Apalagi kalau ditambah penjelasannya dari segi hukum juga, pastilah akan lebih bermanfaat pencerahannya. Neolib dan semua usahanya berlindung di belakang kegelapan dan masih bisa bertahan sampai sekarang juga adalah karena kegelapan yang bikin publik masih tidak jelas apa yang mereka bikin di belakang layar.

Ayo Pak Yusril gunakan intelektualnya, cerahkan!










Leave a Reply