B. KURNIA P.P. KABANJAHE. Petani di Lingkaran Gunung Sinabung (Kabupaten Karo) sedikit terobati dan kembali bersemangat setelah hasil panen sayur dan buah yang cukup melimpah dari biasanya. Hal ini dirasakan para petani semenjak menggunakan pupuk hayati cair Quantum Growth USA yang telah terbukti dan terpercaya memberi hasil maksimal terhadap tanaman.

Bapa Sanjay Ginting warga Desa Jeraya (Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) merupakan salah satu petani yang telah merasakan manfaat dari pupuk ini.

Ditemui Sora Sirulo di ladangnya  di Jalan Umum Desa Jeraya [Selasa 9/5], didampingi Suhendra sebagai pembimbing dan Riza sebagai agronomis pupuk hayati Quantum, Ginting mengatakan, pihaknya merasa bersyukur atas kehadiran pupuk hayati Quantum yang mendukung pertumbuhan tanaman pertaniannya dari mulai pembibitan sampai masa panen.

Lahannya yang dekat dengan Zona Merah Sinabung sangat rentan terhadap penurunan produktivitas dan daya tahan tanaman. Akan tetapi, dengan menggunakan pupuk hayati Quantum ini, produktivitas dan daya tahan tanaman dapat ditingkatkan.

“Ini dibuktikan dengan panen buah tomat saya yang berhasil mencapai berat 9 kilogram per batang dan masa panen sampai 4 bulan, serta mengurangi biaya produksi tanaman hingga 30%,” ujar Bp Sanjay dengan semangat.




Sementara itu, agronomis Quantum Growth, Riza dan Pembimbing Suhendra kepada Sora Sirulo menerangkan, pupuk hayati Quantum Growth adalah pupuk cair yang bermutu, ang hak edarnya dipegang oleh PT Planet Biru Indonesia, Jakarta, sejak tahun 2016. Pupuk ini sudah beredar di toko atau kios pupuk di wilayah pertanian di Kabupaten Karo, Simalungun atas, dan Dairi.

Tambah Riza, pupuk Quantum adalah produk biotehnologi dari kolaborasi antara Ecological Laboratories Inc (ELI) dengan Applied and Experimental Microbiology (AEM), dan merupakan produk revolusioner dalam perkembangan bioteknologi utuk bidang tanaman dan agrikultur. Hasil penelitian tersebut menghasilkan konsorsium bakteri untuk perbaikan tanah dan tumbuhan. Karena itu, pupuk ini sanggup meningkatkan kesehatan dan hasil tanaman, pertumbuhan akar dan batang, walau dalam kondisi kering; penyimpanan nutrisi di tanah, mengurangi dan menurunkan pemakaian fungisida, serta pupuk kimia lainnya.




“Quantum dengan tehnologi terapan pertanian ini berhasil memanfaatkan bakteri menjadi suatu keuntungan bagi tanaman petani, mengubah image petani yang selama ini menganggap bakteri sebagai musuh, ternyata bakteri yang ada di Quantum itu dapat meningkatkan hasil dari produksi tanaman pertanian sampai mencapai 30%, serta mengurangi dari ketergantungan akan pupuk maupun pestisida kimia. Selain itu, harga sangat ramah serta terjangkau bagi petani,” ujar Riza diamini Suhendra dan Bp Sanjay mengakhiri.


Leave a Reply