Cuman Dapat 18 Botol Miras, Polsek Terkesan Razia Ecek-ecek

0
240

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, Polsek Delitua melaksanakan razia K2YD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) [Sabtu 13/5: sekira 11.00 wib] yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek AKP P. Harahap. Namun, razia kali ini terkesan hanya formalitas, bahkan tak jarang masyarakat yang menyaksikan mencibir ini hanya sebuah razia ecek-ecek saja.

Dari sekian toko dan grosir yang selama ini diketahui menjual minuman beralkohol di sepanjang Jalan Besar Delitua, sebanyak 31 personil yang diturunkan, petugas hanya berhasil menyita 18 botol miras saja. 18 botol miras merek Kamput yang disita masing-masing dari dalam Toko Fajar Delitua sebanyak 6 botol dan dari Toko Mula Jadi sebanyak 12 botol.




Sementara dari dalam Toko Amin Jaya dan Toko Berkawan, petugas kepolisian mengaku tidak menemukan adanya minuman memabukkan tersebut. Selanjutnya, 18 botol miras tersebut diboyong ke Mapolsek Delitua sebagi barang bukti.

Usai melakukan razia, sejumlah cibiran pun langsung dilontarkan masyarakat melihat petugas kepolisian yang terkesan melakukan razia ‘ecek -ecek’.

“Ah…. mana mungkin cuma segitu banyak miras di dalam toko itu. Yang benar saja lah. Coba kalau dibeli, mau berapa lusin pun pasti ada. Razia ecek-eceknya tadi itu,” ujar N Barus (56) salah satu warga Delitua yang mengaku melihat langsung Polisi




saat melakukan razia. Kalau memang polisi serius melaksanakan razia miras, kita yakin pasti banyak miras yang ditemukan. Sejumlah warung dan grosir yang tersebar di Kecamatan Delitua, Namorambe, Siru-biru, STM Hilir, STM Hulu, bahkan dari Patumbak, rata-rata menyuplai miras dari beberapa toko yang ada di Kota Delitua ini,” bebernya.

Hal serupa juga dibenarkan Daniel (40) warga lainnya. Menurutnya, selain biasanya disimpan di belakang toko, salah satu pemilik toko milik etnis keturunan Tionghoa juga memiliki sebuah gudang besar di kawasan Gang Cempaka, dijadikan tempat penyimpanan miras, sebutnya.


Leave a Reply